Kanwil Kumham Jabar Terima Kunjungan Wisata Karya Diklat PPNS KI Gelombang II TA 2021

# Dilihat: 165 pengunjung

Betiklampung.com, Bandung –

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat melalui subbidang Kekayaan Intelektual terima Kunjungan wisata karya Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kekayaan Intelektual (Diklat PPNS KI) gelombang II Tahun Anggaran 2021 yang bertempat di Ruang Sahardjo, Senin siang (06/12/21).

Tampak hadir Kepala Subbidang Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual Dona Prawisuda, Pembina Peserta Diklat PPNS KI AKP Siswanto, 30 Peserta Diklat PPNS KI dan sejumlah staf Subbidang Kekayaan Intelektual. Sedangkan tujuan kunjungan ini tidak lain adalah untuk bersilaturahmi, bersinergi dan koordinasi agar dapat meningkatkan pemahaman terkait penanganan tindak pidana Kekayaan Intelektual.

Mengawali kegiatan, Dona pun berkata,”Selamat datang bapak Pembina dan para Peserta Diklat PPNS KI. Kanwil Jabar sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungan kali ini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat bersinergi, bertukar pikiran meningkatkan pemahaman terkait Kekayaan Intelektual khususnya di Jawa Barat baik dimulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga penanganan pengaduannya.” katanya.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, pada tahun 2021 Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Jawa Barat mendapatkan predikat pertama dalam pendaftaran kekayaan intelektual pada tingkat nasional, akan tetapi pelanggaran terhadap kekayaan Intelektual di Indonesia maupun di jawa barat masih cukup tinggi. Sekian banyak kerugian dari pelanggaran KI, salah satu kerugiannya adalah dapat menimbulkan kerugian materil maupun immateril, baik kepada pemilik KI. Dari segi materil, dampak pemalsuan pada perekonomian yang berasal dari empat sektor usaha yang paling banyak terkena dampak ekonomi, diikuti makanan minuman, Obat-obatan dan kosmetika, serta software.

Dari segi immateril, dari pihak pemilik KI akan menimbulkan sikap apatisme terhadap penegakan hukum Kekayaan Intelektual di Indonesia yang juga dapat berimbas pada lesunya motivasi untuk menciptakan sesuatu dan malah cenderung untuk meniru hasil karya orang lain untuk mendapatkan keuntungan secara cepat. Seiring peningkatan tersebut, data pelanggaran pun meningkat berdasarkan data yang dikumpulkan Bareskrim Polri.

BACA JUGA:  Kakanwil Sudjonggo Ikuti Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih Peringatan HUT RI ke-76 Tingkat Jawa Barat

Dalam hal ini, Dona pun menjelaskan, “Dalam upaya penegakan hukum yang terjadi dilapangan tentunya selalu terdapat rintangan dan tantangan. Memang terdapat perubahan yang cukup fundamental di mana dari yang awalnya adalah delik biasa menjadi delik aduan. Hal ini mengakibatkan bahwa harus ada pengaduan terlebih dahulu dari pihak-pihak yang merasa dirugikan terhadap pelanggaran KI tersebut.

Oleh karena itu, kita tingkatkan hubungan yang baik dengan aparat penegak hukum dan selalu berkoordinasi dengan korwas setempat. Khususnya dalam penanganan pengaduan, Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat berperan sebagai mediator yang bertugas untuk memediasi dengan mengundang kedua belah pihak antara pihak pelapor dan terlapor agar diupayakan untuk menemukan solusi terbaik menuntaskan permasalahan.” jelasnya.

Siswanto mengungkapkan, “Terima kasih atas sambutan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, kiranya dengan meningkatkan koordinasi, bersinergi, bersilaturahmi kita dapat meningkatkan upaya penegakan hukum, perlindungan hukum yang pasti bagi para pemilik hak sehingga dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran Kekayaan Intelektual.” ungkapnya. Kegiatan pun dilanjutkan dengan diskusi, pemberian plakat dan foto bersama.