Betiklampung.com (SMSI), Metro —
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro menerima kunjungan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Muhammadiyah Metro dalam rangka melakukan kegiatan Out Class P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), Senin (18/09)
Kepala Lapas, Muchamad Mulyana memberikan sambutan sekaligus menyampaikan materi soal Pemasyarakatan. Ia menjelaskan bahwa tujuan Pemasyarakatan ialah dalam rangka melakukan menjadikan Warga Binaan menyadari kesalahan dan memperbaikinya, tidak mengulangi perbuatan kembali serta dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
“Maka didalam Lapas ada pembinaan kepribadian dan kemandirian, ini untuk mencapai tujuan tersebut,” kata dia. Mulyana juga menerangkan bahwa Lapas merupakan bagian dari sistem peradilan pidana, yakni Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan Lapas.
“Peran Lapas ada pada pra ajudikasi, ajudikasi dan pasca ajudikasi,” kata Mulyana meneruskan. Kepala Lapas juga berharap agar dalam kegiatan ini para siswa dapat merasakan manfaat dan mendapatkan informasi yang cukup terkait Pemasyarakatan, dan juga dapat mengambil pelajaran hidup dari Lapas Metro.
Penyampaian materi juga dilakukan oleh Kepala Pengamanan Lapas, Achmad Walid dan Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Silahuddin yang juga membahas soal Pemasyarakatan.
Selanjutnya para siswa meninjau langsung layanan pembinaan di Lapas Metro, baik kepribadian maupun kemandirian. Selain itu, juga meninjau fasilitas kesehatan yang ada di Lapas Metro.
Penyampaian materi juga dilakukan oleh Kepala Pengamanan Lapas, Achmad Walid dan Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Silahuddin yang juga membahas soal Pemasyarakatan.
Selanjutnya para siswa meninjau langsung layanan pembinaan di Lapas Metro, baik kepribadian maupun kemandirian. Selain itu, juga meninjau fasilitas kesehatan yang ada di Lapas Metro.
Pada kegiatan ini, para siswa SMK Muhammadiyah 3 Metro didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Widi Setiawan, Ketua Jurusan Program Teknik Elektro, Wahyu dian Nita, Guru BK, Herlina Budi Arsih dan Imam Furgoni.
Para siswa berasal dari beragam jurusan yakni Teknik Kendaraan Ringan, Analis Kesehatan, Farmasi, dan Perawat. Menurut Widi, maksud kegiatan ini ialah membangun jiwa para siswa untuk belajar diluar sekolah dalam rangka menyiapkan bekal untuk tertib dan sadar hukum.
“Kami mohon bantuannya kepada Bapak Ibu yang ada disini untuk dapat memberikan arahan kepada anak-anak kami, dimana kita mempersiapkan mereka untuk tertib dan sadar hukum. Mudah-mudahan anak kami dapat terbangun jiwa raganya, sehingga generasi ini dapat menjadi generasi emas,” kata Widi.

