DPC INSA Bersama DPW ALFI/ILFA Lampung Apresiasi Pemberantasan Pungli dan Suap di Pelindo Regional 2 Panjang

# Dilihat: 167 pengunjung

Betiklampung.com (SMSI), Lampung —

Dewan Pengurus Cabang Indonesian National Shipowners Association (DPC INSA) Lampung mengapresiasi Pelindo atas digitalisasi yang telah dilakukan di Pelabuhan Panjang, sehingga layanan kepada pengguna jasa bebas pungli.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Indonesian National Shipowners Association (DPC INSA) Provinsi Lampung, H. Yusirwan, menyampaikan layanan atas aktivitas kapal di Pelabuhan Panjang saat ini dapat dilakukan dengan mudah dan transparan dengan penerapan teknologi.

“Saat ini permintaan atas layanan kapal kepada Pelindo dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, melalui aplikasi digital, sehingga prosedurnya menjadi lebih ringkas dan tidak lagi diperlukan kontak fisik di loket. Hal ini efektif menutup celah tindakan pungli di Pelabuhan Panjang. Dengan digitalisasi, detail informasi layanan juga menjadi transparan, sehingga kami merasa lebih nyaman” ungkap Yusirwan.

BACA JUGA:  Empat Pemuda Pengguna Tembakau Sintetis di Bandar Lampung Terjaring Patroli Hunting Polisi

Hal serupa disampaikan Ketua Dewan Pengurus Wilayah ALFI/ILFA Lampung H. Zamzani Yasin yang juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Pelindo Regional 2 Panjang terhadap layanan yang dilakukan terhadap EMKL. Saat ini kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Panjang tidak bisa semberono, kendaraan yang sudah memiliki Single Truck Identification Data (STID) yang bisa memasuki wilayah Pelabuhan Panjang sehingga potensi terhadap tindakan pungli sangat minim untuk dilakukan.

“Sebelum masuk Pelabuhan para perusahaan EMKL harus mengupload data kendaraan pada sistem Phinnisi beserta nama kapal dan jumlah tonase bongkar muat yang akan dikerjakan, sehingga seluruh permintaan pelayanan hingga laporan kegiatan dapat termonitor secara bersama dengan stakeholder terkait dan transparan secara pelaporannya,” tuturnya.

BACA JUGA:  Kanwil Kemenkumham Babel Harmonisasikan Tiga Rancangan Peraturan Daerah Bangka Barat

“Secara terpisah, GM Pelindo Regional 2 Panjang, Imam Rahmiyadi mengatakan bahwa transformasi digitalisasi yang telah diterapkan bertujuan untuk memangkas birokrasi dan mempermudah pengguna jasa dalam melakukan aktifitas kepelabuhanannya, ini bentuk komitmen kami dalam memberantas pungli dan suap,” kata Imam menambahkan bahwa digitalisasi tidak hanya dilakukan pada layanan kapal, namun juga di lini layanan lainnya.

Salah satunya yaitu penerapan Single Truck Identification Data (STID), yang merupakan program nasional Stranas PK untuk menertibkan kendaraan yang berkegiatan di Pelabuhan sehingga kegiatan bongkar muat dan kegiatan jasa kepelabuhanan lainnya dapat berjalan kondusif aman dan bebas dari pungli. Aplikasi STID telah go live sejak 2022. Selain untuk mendukung program Stranas PK.

BACA JUGA:  Semarak HBP Ke-60, Rutan Kelas IIB Kotabumi Menggelar Upacara Pembukaan Pekan Olahraga Pemasyarakatan

Selain itu, Pelindo menyediakan aplikasi/sistem untuk melaporkan tindakan curang, korupsi, dan pemerasan bagi seluruh stakeholder yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang dilakukan oleh insan Pelindo melalui sistem yang independen yaitu Whistleblowing System pada website pelindobersih.pelindo.co.id yang dapat diakses.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jasa dan masyarakat, apabila menemukan tindakan yang berkaitan dengan pungli atau pun suap untuk melaporkan melalui WBS” pungkas Imam.