Betiklampung.com (SMSI), Pagaralam –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Pagar Alam Kanwil Kemenkumham Sumsel terus berupaya menciptakan berbagai inovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembinaan bagi narapidana.
Ada tiga inovasi layanan yang ditonjolkan oleh Lapas Pagar Alam dalam memberikan layanan kepada warga binaan. Inovasi pertama yakni BAMA PITA (BELANJA Masalah Narapidana dan tahanan) dalam rangka menampung aspirasi dan keluhan warga binaan yang disampaikan langsung kepada Kalapas ataupun pejabat structural.

Inovasi kedua adalah Pengadaan Self Service sebagai sarana informasi bagi warga binaan mulai dari status perkara, tahapan pembinaan, hingga progres pengajuan hak integrasi. Terakhir, lapas Pagar Alam memberikan fasilitas Wartelsus kepada warga binaan sehingga dapat memberi akses untuk menghubungi keluarga.
Selain itu Lapas Kelas III Pagar Alam juga berikan beberapa peningkatan layanan pada masyarakat, mulai dari pembaruan banner informasi layanan kunjungan, perbaikan toilet pengunjung, penataan lahan parkIr, serta beberapa fasilitas lainnya. Lapas Pagar Alam juga lakukan peningkatan pada fasilitas pengamanan mulai dari pembangunan pos komandan jaga, pembangunan pos brandgang, pemasangan lampu emergency, dan beberapa fasilitas lain.

Lapas Pagar Alam Juga memperhatikan penampilan para Tamping (Tahanan Pendamping) yang diperbantukan di Lapas agar terlihat lebih rapih, bersih, dan enak dipandang dengan memberikan seragam baju dis yang disesuaikan dengan bagian kerjanya. Baju dis kemeja hijau diberikan kepada Tamping kebersihan yang diperbantukan di area kantor, Seragam Pramuka diberikan kepada Tamping yang diperbantukan untuk layanan kunjungan dan seragam kaos kuning untuk tamping yang dipekerjakan di bagian kebersihan blok hunia. Selain untuk menciptakan kerapian dalam penampilan, baju dis yang diberikan juga bertujuan sebagai identitas para Tamping agar lebih mudah dikenali oleh petugas.
Tentu saja tidak lupa Lapas Pagar Alam terus meningkatkan kualitas pembinaan kepada warga binaan, baik dalam pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian. Pada pembinaan kepribadian Lapas Pagar Alam berikan berbagai program berupa belajar shalat dan mengaji, Rumah Tahfidz, penyuluhan agama, serta kajian rutin.

Dalam pelaksanaanya, Lapas Pagar Alam menghadirkan berbagai instruktur mulai dari Kemenag kota Pagar Alam, Yayasan el-Alshad Jarai, dan Yayasan As-sunnah Pagar Alam. Tidak hanya itu, dalam bidang kesenian Lapas Pagar Alam membentuk tim hadroh dan grup band warga binaan yang kerap tampil menghibur pengunjung.
Pada bidang pembinaan kemandirian, Lapas Pagar Alam mengadakan pelatihan produksi kopi dan pelatihan keterampilan penyajian kopi (Barista) bagi warga binaan. Tidak hanya berhenti di pelatihan, Lapas Pagar Alam terus melanjutkan kegiatan dengan membangun rumah produksi kopi di dalam lapas dengan branding Rumah Produksi Kopi LAPAGA.

Kepala Lembaga pemasyarakatan Kelas III Pagar Alam, Muhammad Rolan menyampaikan bahwa perhatian Lapas Pagar Alam terhadap program-program pembinaan ini merupakan upaya dalam mewujudkan tujuan adanya Lembaga pemasyarakatan, yakni meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian Warga Binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat Kembali diterima di lingkungan masyarakat.

