Penutupan Program Rehabilitasi Sosial di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung Resmi Ditutup

431 views

Betiklampung.com, Lampung —

Program Rehabilitasi Sosial di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandarlampung ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung; Dodot Adikoeswanto didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kusnali beserta Kalapas Perempuan Kelas IIA Bandarampung, Putranti Rahayu pada, Senin (30/092024).

Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pemulihan yang telah berlangsung selama beberapa bulan, yang bertujuan untuk membantu para warga binaan dalam memulihkan diri dari ketergantungan narkoba serta meningkatkan keterampilan dan kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat.

BACA JUGA:  Danrem 043/Gatam Kunjungi Rumah Sakit Bayangkara, Temui Keluarga Korban Kasus Penembakan

Program rehabilitasi sosial ini melibatkan berbagai kegiatan, mulai dari konseling individu dan kelompok, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan psikologis. Dalam program ini, para peserta juga diberikan pelatihan keterampilan wirausaha, seperti kerajinan tangan dan kuliner, yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka setelah selesai menjalani masa pidana.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Bapak Dodot Adikoeswanto, menyampaikan dalam sambutannya bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Lapas untuk menjalankan perannya tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat rehabilitasi. “Kami berupaya memberikan kesempatan bagi para warga binaan untuk berubah dan memperbaiki diri, agar ketika mereka keluar dari sini, mereka siap berkontribusi positif di masyarakat,” ujar Dodot.

BACA JUGA:  Kalapas Narkotika Yogyakarta Pimpin Apel Perdana Tegaskan Komitmen Integritas dan Profesionalitas

Penutupan program ini ditandai dengan penamilan persembahan warga binaan dan pemberian sertifikat kepada 30 orang peserta yang telah menyelesaikan program dengan baik. Diharapkan, meskipun program ini telah resmi berakhir, dampaknya akan terus dirasakan oleh para peserta yang telah mendapatkan pembinaan dan dukungan selama program berlangsung, sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas dari Lapas.