Kalapas Ike Rahmawati Sapa Langsung Warga Binaan, Gencarkan Deteksi Dini dan Dorong Partisipasi Program Pelatihan Bersertifikasi

262 views

Betiklampung.com, Bandarlampung –

Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, kembali menunjukkan komitmen pembinaan yang humanis dengan menyapa langsung warga binaan dalam kegiatan deteksi dini bersama tim Satopspatnal serta pejabat struktural. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus mempererat komunikasi antara petugas dan warga binaan.

Dalam pendekatan yang hangat dan dialogis, Kalapas Ike Rahmawati menyempatkan diri berbincang langsung dengan warga binaan di sejumlah blok hunian. Ia tidak hanya memantau kondisi lingkungan, tetapi juga mendengarkan aspirasi dan memberikan motivasi kepada mereka untuk memanfaatkan masa pembinaan secara maksimal.

BACA JUGA:  PT Agri Lestari Nusantara Serahkan Bahan Sabut Kelapa ke Lapas Kelas I Bandar Lampung

“Gunakan waktu di sini untuk berkembang. Ikuti program pelatihan bersertifikasi yang kami sediakan, karena saat kalian bebas nanti, keterampilan ini bisa jadi jalan untuk mendapatkan pekerjaan dan kembali produktif di masyarakat,” pesan Kalapas dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Kalapas mengarahkan seluruh pejabat struktural di lingkungan Lapas untuk secara aktif mengajak dan mendorong seluruh warga binaan berpartisipasi dalam program pelatihan vokasional dan pendidikan kejar paket. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi angka residivisme yang dipicu oleh pengangguran pasca bebas.

BACA JUGA:  Karutan Fajar Ferdinan Beserta Ketua DWP Rutan Krui Ikuti Acara Pengukuhan Pengurus PIPAS Daerah Lampung

Dalam waktu dekat, Lapas Kelas I Bandar Lampung akan menyelenggarakan Akademi Passai yaitu program pendidikan kejar paket dan berbagai pelatihan seperti menjahit, las, pertukangan, ekonomi kreatif, dan roti, yang bekerja sama dengan lembaga pelatihan dan dunia usaha. Peserta yang lulus berhak mendapatkan sertifikasi resmi yang diakui secara nasional.

Dengan pendekatan humanis dan fokus pada pemberdayaan, Kalapas Ike Rahmawati menegaskan bahwa tujuan pembinaan bukan hanya penegakan aturan, tapi juga pemulihan martabat dan kesiapan warga binaan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif.