Asah Keterampilan Kuliner, Lapas Kotaagung Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Pelatihan Tata Boga Bersertifikat

283 views

Betiklampung.com, Kotaagung —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian melalui Pelatihan Keterampilan Tata Boga Bersertifikat bagi Warga Binaan pada Jumat (17/10/2025). Bertempat di Aula Kegiatan Kerja Lapas Kotaagung, kegiatan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan vokasi di bidang kuliner.

Bersama Artin dan Anggun selaku instruktur dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Kotaagung, sebanyak 20 orang warga binaan turut ambil bagian dalam praktik pembuatan sambal khas bernama Dapoer Uwa’Bin, mulai dari tahap persiapan bahan-bahan hingga proses memasak dan pengemasan produk. Setelah sambal selesai dibuat, produk kemudian dikemas menggunakan botol plastik dengan sistem penimbangan yang teliti untuk menjaga kualitas dan standar kebersihan.

BACA JUGA:  Kuasa Hukum Masayu Robianti Siap Ajukan Banding dan Lapor ke Komisi Yudisial Terkait Dugaan Tumpang Tindih Lahan

Kegiatan pelatihan ini tidak hanya sekedar mengasah keterampilan tata boga saja, tetapi juga memberikan sertifikat resmi bagi peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha di bidang kuliner.

Kalapas Kotaagung, Andi Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dalam meningkatkan kemampuan produktif warga binaan. “Pelatihan ini tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan baru, tetapi juga mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

BACA JUGA:  Mirza: Harga Singkong Stabil Adalah Hak Petani Lampung Tengah

Melalui kegiatan ini, Lapas Kotaagung berharap warga binaan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal kemandirian setelah bebas nanti. Program pembinaan berbasis keterampilan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas dalam mewujudkan reintegrasi sosial yang produktif dan berkelanjutan. (*)