LPKA Kelas Il Bandar Lampung Hadiri Festival Restorative Lampung yang Mengusung Tema Hapus Stigma Setiap Anak Berhak Setara dan Berdaya

284 views

Betiklampung.com, Lampung —

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas Il Bandar Lampung turut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Restorative Lampung yang digelar oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung dengan mengusung tema “Hapus Stigma, Setiap Anak Berhak Setara dan Berdaya” pada, Senin (27/10/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Dr. Ichsan Malik, M.Si, selaku Ketua Pengurus Nasional PKBI, yang menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menghapus stigma terhadap anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) serta memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang secara positif.

BACA JUGA:  Lima Sosok Generasi Muda Terpilih Astra Sebagai Penerima Apresiasi 16th SATU Indonesia Awards 2025

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung, yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Lampung, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berorientasi pada pendekatan restoratif dan kemanusiaan ini.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala LPKA Kelas Il Bandar Lampung bersama jajaran, serta berbagai pihak dari instansi pemerintah, lembaga sosial, dan komunitas pemerhati anak Festival diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti tari tradisional, penampilan band dari Anak Binaan LPKA Bandar Lampung, penandatanganan komitmen bersama, serta talkshow interaktif.yang melibatkan Anak Binaan serta menghadirkan berbagai narasumber dari beberapa pihak terkait.

BACA JUGA:  Lapas Rajabasa Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Warga Binaan, Ini Pesan Penting Plh Kepala Kanwil Ditjenpas Lampung

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran terhadap pentingnya penerapan keadilan restoratif dan penghapusan stigma terhadap anak binaan semakin meningkat. LPKA Bandar Lampung juga berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya yang berorientasi pada pemulihan, pembinaan, dan pemberdayaan anak agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri dan berdaya.