Betiklampung.com, Bandarlampung —
Dalam upaya menjaga kesehatan fisik dan mental, tim perawat Lapas Kelas I Bandar Lampung menggelar senam bersama bagi warga binaan yang sedang menjalani isolasi karena Tuberkulosis (TB). Kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat dan penanganan khusus, namun tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian.
Meski dalam masa isolasi, warga binaan TB tidak ditinggalkan. Mereka tetap mendapatkan hak penuh atas layanan kesehatan, aktivitas fisik, dan interaksi terbatas yang membangun semangat. Senam ringan ini dirancang khusus untuk menjaga kebugaran paru-paru, meningkatkan imun, sekaligus meredakan stres selama masa pengobatan.
“Mereka memang diisolasi secara medis, tapi tidak secara kemanusiaan. Kami pastikan mereka tetap merasa diperhatikan dan didampingi,” ujar dr. Rahmi, Dokter Klinik Passai.
Langkah ini sejalan dengan prinsip pemasyarakatan humanis yang menjamin hak kesehatan tanpa diskriminasi, sekaligus memperkuat komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam menangani penyakit menular secara profesional, aman, dan penuh empati.

