Gema Rebana dan Shalawat, Lapas Cibinong Bentuk Karakter Warga Binaan Lewat Seni Hadroh

199 views

Cibinong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menghadirkan berbagai kegiatan positif dalam mendukung pembinaan bagi warga binaan. Salah satunya melatih para warga binaan seni hadroh, untuk mendalami ragam seni dalam Islam guna meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT yang dilaksanakan bertempat di Mesjid At-Taubah Lapas Cibinong, Sabtu (17/1/2026).

Dengan dipandu petugas pembinaan, latihan hadroh ini diikuti oleh sejumlah warga binaan dengan penuh antusias. Irama rebana yang berpadu dengan lantunan shalawat menggema di dalam lapas, menciptakan suasana religius yang menenangkan sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan. Tidak hanya menjadi wadah menyalurkan bakat seni, latihan hadroh juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

BACA JUGA:  Hasilkan Satu Ton Ikan Lele, Kanwil Ditjenpas Sumsel Gelar Panen Raya Serentak di Lapas Banyuasin

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto menyampaikan bahwa pembinaan melalui seni religi memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi warga binaan.

“Melalui kegiatan hadroh ini, kami ingin membentuk kepribadian warga binaan agar lebih religius, berakhlak baik, dan memiliki bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Warga binaan dilatih mulai dari teknik dasar memukul rebana hingga menjaga kekompakan dalam melantunkan shalawat. Latihan ini tidak sekadar aktivitas seni, tetapi juga sarana pembinaan rohani yang mengajarkan disiplin, kebersamaan, dan cinta kepada Rasulullah SAW.

BACA JUGA:  Karutan Kelas I Bandar Lampung Gelar Coffee Morning Bahas Peningkatan Pengamanan dan Kewaspadaan Selama Ramadhan 2025

Salah satu warga binaan, Inisial (M) peserta latihan hadroh mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini membuat kami lebih tenang, lebih dekat dengan agama, dan merasa memiliki kegiatan yang bermanfaat selama menjalani masa pembinaan,” tuturnya.

Program ini diharapkan dapat memberikan pembinaan spiritual dan sosial bagi Warga Binaan, sehingga setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka memiliki kesiapan yang lebih baik untuk kembali dan beradaptasi secara positif di tengah kehidupan bermasyarakat.