Kakanwil Ditjenpas Sumsel Tebar 10.000 Bibit Lele di SAE Lapas Banyuasin

250 views

Banyuasin — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjenpas) Pemasyarakatan Sumatera Selatan melakukan penebaran sebanyak 10.000 bibit ikan lele di kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin, Jumat (06/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Selatan terhadap pelaksanaan program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan, khususnya di bidang perikanan, yang dikembangkan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas IIA Banyuasin. Hal ini selaras dengan program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

BACA JUGA:  Memenuhi Standar, Dirkeswat Ditjenpas Apresiasi Dapur dan Klinik LPKA Kelas I Palembang

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Selatan Erwedi Supriyatno menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada jajaran Lapas Kelas IIA Banyuasin atas komitmen dan konsistensinya dalam mengelola serta mengembangkan program SAE secara berkelanjutan.

Menurutnya, program pembinaan kemandirian memiliki peran strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Tetra Destorie menyampaikan bahwa kegiatan penebaran bibit ikan lele ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mengoptimalkan pemanfaatan kolam SAE sebagai sarana pembinaan yang edukatif dan produktif.

BACA JUGA:  Kakanwil Kemenekumham Lampung Beri Penghargaan dan Ucapan Terima Kasih Kepada Para Pihak Yang Membantu Pencarian Pearian ABH

Ia menegaskan komitmen jajaran Lapas Banyuasin untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai program yang berkelanjutan.

Penebaran 10.000 bibit ikan lele tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi perikanan Lapas Kelas IIA Banyuasin, sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada warga binaan dalam mengelola usaha perikanan secara profesional.