Cibinong — Keterbatasan ruang tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang untuk terus belajar dan meraih masa depan. Semangat itulah yang diwujudkan melalui Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Lapas Cibinong, yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk melanjutkan pendidikan melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C pada, Selasa (22/9/2026).
Program pendidikan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Lapas Cibinong dengan Yayasan Bina Insan Mandiri (MASTER) Depok. Kehadiran program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan warga binaan, khususnya dalam memberikan akses pendidikan selama menjalani masa pidana.
Melalui program Paket A, B, dan C, warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal dapat mengikuti pendidikan kesetaraan sesuai jenjang yang dibutuhkan. Paket A setara dengan jenjang SD, Paket B setara SMP, sedangkan Paket C setara SMA.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Lapas Cibinong mengatakan, program pendidikan tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang diberikan kepada warga binaan.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Masa menjalani pidana tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mendapatkan pendidikan. Melalui PKBM ini, kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan yang ada sebagai bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Kasubsi Bimkemaswat Lapas Cibinong.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam proses pembinaan karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga dapat membangun kedisiplinan dan motivasi warga binaan dalam mempersiapkan masa depan.
Kerja sama dengan Yayasan Bina Insan Mandiri (MASTER) Depok turut mendukung pelaksanaan kegiatan belajar, sehingga warga binaan dapat memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan secara berkelanjutan.
Kesempatan tersebut disambut positif oleh warga binaan bernisial (KI) yang mengikuti program PKBM. Salah seorang warga binaan mengaku bersyukur dapat kembali melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti.
“Saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk belajar. Saya ingin memanfaatkan waktu di sini untuk melakukan hal yang positif, menyelesaikan pendidikan, dan mendapatkan bekal ketika nanti kembali kepada keluarga dan masyarakat,” ujar salah seorang warga binaan peserta PKBM.
Program PKBM di Lapas Cibinong pun tidak sekadar menjadi kegiatan belajar mengajar. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk membangun kembali semangat belajar dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah masa pidana berakhir.
Dengan adanya Paket A, Paket B, dan Paket C, kesempatan memperoleh pendidikan tetap terbuka bagi warga binaan. Dari balik tembok lapas, mereka tetap dapat belajar, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan.

