Bandar Lampung – Berkomitmen mengubah laporan penelitian menjadi publikasi ilmiah bereputasi internasional, Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) menyelenggarakan Workshop Hybrid bertajuk “Penulisan & Publikasi Artikel Ilmiah di Jurnal Bereputasi: Strategi Menulis Artikel Ilmiah di Jurnal SINTA dan SCOPUS”, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan secara bauran (hybrid). Sebanyak 40 peserta hadir secara luring di Aula Gedung A Lantai 2 FK Unila, sementara puluhan peserta lainnya dari berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset mengikuti jalannya acara secara daring via platform Zoom Meeting.
Workshop menghadirkan Guru Besar Bidang Farmasi Klinik & Komunitas Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. apt. Ivan Surya Pradipta, S.Si., M.Si., Ph.D., sebagai narasumber utama. Jalannya simulasi dan penelaahan (bedah) manuskrip dipandu oleh dosen Farmasi FK Unila, apt. Ihsanti Dwi Rahayu, M.S.Farm., selaku fasilitator.
Dalam paparan materinya, Prof. Ivan mengupas tuntas teknik penyusunan struktur naskah serta strategi metodologis agar karya ilmiah mampu menembus jurnal bereputasi tinggi terindeks SINTA maupun Scopus.
“Banyak peneliti memiliki kebaruan (novelty) dan data yang sangat kuat, namun sering kali terkendala dalam penataan struktur artikel serta penyampaian alur narasi ilmiah. Menulis untuk jurnal bereputasi membutuhkan seni menyusun argumentasi yang runtut dan kepiawaian merespons masukan reviewer secara objektif,” jelas Prof. Ivan.
Selain diikuti oleh dosen dan peneliti dari lingkungan FK Unila—termasuk Prodi Pendidikan Kedokteran dan Prodi Gizi—kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan jejaring akademik antar-kampus di Provinsi Lampung. Perwakilan akademisi hadir dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Tulang Bawang (UTB), Universitas Malahayati, Universitas Aisyah Pringsewu (UAP), STIKes Adila, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Poltekkes Kesuma Bangsa, serta Akfar Cefada.
Ketua Pelaksana, apt. Zulpakor Oktoba, S.Si., M.Farm., menegaskan pentingnya membangun iklim riset yang inklusif dan kolaboratif di tingkat regional. “Penelitian yang berdampak adalah penelitian yang dipublikasikan secara luas. Lewat pelatihan ini, kami ingin meruntuhkan sekat antar-lembaga dan mendorong para akademisi di Lampung agar karya ilmiah mereka mampu menembus jurnal bereputasi tinggi. Sinergi ini krusial demi kemajuan ilmu kefarmasian dan kesehatan,” tegas Zulpakor.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi bedah manuskrip interaktif, di mana peserta mendapatkan umpan balik langsung terkait penyebab umum penolakan (rejection) artikel oleh penyunting jurnal.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Jurusan Farmasi FK Unila berharap lahir draft artikel ilmiah siap submit dari para peserta, sehingga mampu mendongkrak kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah asal Lampung di kancah literatur ilmu pengetahuan global. (*)

