Kopi Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Metro Hadir Dalam Kemasan Siap Minum

137 views

Metro – Pengembangan bisnis dari hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus dilakukan. Salah satunya melalui produk kopi yang kini mulai dikembangkan dalam bentuk minuman siap minum menggunakan botol dengan nama Coffee Pas 24, Jumat (25/9/2026).

Pengembangan tersebut menjadi langkah lanjutan dalam memasarkan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan. Jika sebelumnya produk kopi Lapas Metro lebih dikenal dalam bentuk bubuk yang dipasarkan melalui sejumlah ritel di Kota Metro dan Lampung Tengah, kini produk tersebut mulai dikembangkan ke bentuk minuman siap konsumsi.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil, Mirhandika Febrytry, mengatakan bahwa pengembangan kopi Lapas Metro ke depannya akan diarahkan ke beberapa model bisnis.

BACA JUGA:  Kapolda Lampung Buka Peningkatan Kemampuan Personil Fungsi Hukum Jajaran Polda Lampung

Menurutnya, kopi dalam bentuk minuman siap konsumsi dinilai memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain produk botol, kopi Lapas Metro dalam bentuk cup atau es kopi sebelumnya juga telah dijajakan kepada masyarakat yang notabenenya merupakan keluarga Warga Binaan yang berkunjung ke Lapas.

“Kalau kopi dalam cup sebenarnya sudah lebih dulu kita jajakan, tetapi masih untuk masyarakat atau keluarga Warga Binaan yang datang berkunjung ke Lapas. Sekarang kita mulai mengembangkan dalam bentuk botol yang lebih praktis dan bisa dipasarkan lebih luas,” jelas Mirhandika.

Pengembangan produk tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memberikan pengalaman kepada Warga Binaan dalam proses pengelolaan hasil produksi, mulai dari pengolahan hingga pengembangan produk yang memiliki nilai jual.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Gerak Cepat Jamin Santunan Seluruh Korban Terkait Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali Purwakarta

Kepala Lapas Metro, Tetra Destorie, mengatakan bahwa pengembangan produk hasil pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam memberikan bekal keterampilan kepada Warga Binaan.

“Pembinaan kemandirian tidak berhenti pada bagaimana Warga Binaan bisa membuat sebuah produk. Kita juga ingin mereka memahami bagaimana produk tersebut dikembangkan, dikemas, memiliki nilai jual dan bisa diterima oleh masyarakat. Karena itu, inovasi seperti Coffee Pas 24 ini akan terus kita dorong,” ujar Tetra dalam keterangannya.

Menurutnya, pengembangan produk kopi juga menjadi salah satu bentuk upaya Lapas Metro agar hasil pembinaan kemandirian dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan pengalaman berwirausaha kepada Warga Binaan.

BACA JUGA:  Pemasyarakatan Lampung Beralih Kepemimpinan, Karutan Sukadana Hadiri Pengantar Tugas Kakanwil Ditjenpas Lampung

“Kita berharap produk-produk hasil pembinaan ini semakin berkembang. Yang paling penting, prosesnya terus berjalan dan Warga Binaan mendapatkan keterampilan yang nantinya bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *