Bukti Bisa Berkarya dan Mandiri, Warga Binaan Lapas Cibinong Berhasil Panen Selada Hidroponik

142 views

Cibinong – Hamparan selada hijau yang tumbuh subur di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menjadi gambaran nyata dari proses pembinaan yang terus dikembangkan bagi Warga Binaan, Selasa (29/9/2026).

Lapas Cibinong melaksanakan panen selada hidroponik yang melibatkan Warga Binaan secara langsung. Kegiatan ini tidak sekadar menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kemandirian.

Sejak tahap awal, Warga Binaan terlibat dalam berbagai proses budidaya, mulai dari penyemaian benih, pemindahan bibit, pengaturan nutrisi dan aliran air, perawatan tanaman, hingga pemantauan pertumbuhan dan proses panen.

Setiap tahapan dilakukan secara rutin dan terarah. Dari proses tersebut, Warga Binaan tidak hanya belajar bagaimana tanaman dapat tumbuh tanpa menggunakan tanah, tetapi juga memahami bahwa hasil yang baik membutuhkan ketekunan, konsistensi, dan tanggung jawab.

BACA JUGA:  Lapas Muara Tebo Laksanakan Pemeliharaan dan Rolling Gembok Blok Hunian Warga Binaan

Pemanfaatan sistem hidroponik dipilih sebagai salah satu inovasi dalam program pembinaan kemandirian. Metode pertanian tanpa tanah ini memungkinkan pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus memberikan pengetahuan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan usaha setelah Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Cibinong menyampaikan bahwa kegiatan hidroponik memiliki nilai pembelajaran yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan panen.

“Budidaya selada hidroponik ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang kami lakukan secara berkelanjutan. Warga Binaan belajar mulai dari penyemaian, perawatan, pemberian nutrisi hingga panen. Dalam proses tersebut, mereka juga dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, dan konsisten. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ibu Riana Sari Arinal Beri Bantuan Pelengkapan Ibadah Shalat Berupa Kursi Lipat Untuk Masjid Agung Kotabumi

Panen selada hidroponik tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa program pembinaan kemandirian dapat dikembangkan melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan dan peluang di masyarakat. Proses dari benih hingga menjadi tanaman siap panen memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sebuah pekerjaan dikelola secara bertahap hingga menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Lebih dari sekadar hasil panen, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Antusiasme juga terlihat dari Warga Binaan (D) yang mengikuti kegiatan tersebut. Keterlibatan sejak proses penanaman hingga panen memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk mempelajari keterampilan pertanian yang dapat diterapkan secara mandiri.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan pengalaman baru tentang bertani dengan sistem hidroponik. Saya belajar mulai dari menanam, merawat, mengatur nutrisi, sampai panen. Semoga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkap salah satu Warga Binaan.

BACA JUGA:  Pesta Rakyat Simpedes Sukses Hadirkan 55 Ribu Warga Bandar Lampung

Melalui program pertanian hidroponik, Lapas Cibinong terus mendorong terciptanya kegiatan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Setiap hasil yang dipanen diharapkan tidak hanya menjadi bukti keberhasilan budidaya, tetapi juga menjadi simbol dari proses perubahan, pembelajaran, dan persiapan menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *