Kendal – Lapas Terbuka Kendal terus memperluas kegiatan pembinaan kemandirian melalui pengembangan sektor perikanan. Terbaru, sebanyak 10 kilogram bibit belut atau sekitar 1.000 ekor ditebar ke kolam budidaya yang berada di area Integrated Farm Lapas Terbuka Kendal, Rabu (30/09).
Bibit belut tersebut diperoleh dari penjual asal Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Penebaran ini menjadi langkah awal pengembangan budidaya belut yang selanjutnya akan dilakukan melalui pemeliharaan dan pemantauan secara berkala hingga mencapai ukuran yang siap dipanen.
Sebelum bibit ditebar, kolam terlebih dahulu dipersiapkan untuk memastikan kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan belut. Persiapan meliputi pengecekan kualitas air, serta memastikan kolam berada dalam kondisi yang mendukung bagi bibit untuk beradaptasi.
Peserta magang, Lala, mengatakan persiapan kolam menjadi tahapan penting sebelum bibit belut dimasukkan. Menurutnya, kondisi air perlu diperhatikan agar bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
“Sebelum dilakukan penebaran, kolam kami persiapkan terlebih dahulu. Salah satunya dengan mengecek kualitas air, supaya saat bibit ditebar kondisinya sudah sesuai dan belut bisa beradaptasi dengan baik,” ujar Lala.
Setelah kondisi kolam dinyatakan siap, bibit belut kemudian ditebar secara bertahap. Selanjutnya, belut akan mendapatkan perawatan secara rutin, mulai dari pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan, hingga menjaga kualitas dan kondisi kolam.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan pengembangan budidaya belut merupakan bagian dari upaya Lapas dalam memperluas kegiatan produktif sekaligus memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.
“Budidaya belut ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus kami kembangkan. Selain memanfaatkan lahan yang ada, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Kami berharap budidaya ini dapat berkembang dengan baik dan nantinya memberikan hasil yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi,” ungkap Nu’man Fauzi.
Pengembangan budidaya belut ini melengkapi berbagai kegiatan produktif yang telah berjalan di Lapas Terbuka Kendal, mulai dari pertanian, peternakan, hingga pengolahan hasil pertanian. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan.
Dengan dimulainya penebaran sekitar 1.000 ekor belut, Lapas Terbuka Kendal berharap budidaya ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas produktif dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

