Bengkulu – Proses belajar mengajar di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu kembali berlangsung normal setelah sebelumnya sempat menerapkan sistem dua shift pascakebakaran pada 24 Juli 2026. Kehadiran ruang kelas darurat yang disediakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Pulau Baai membantu siswa dan guru kembali menjalankan kegiatan pembelajaran dalam satu jadwal seperti biasa.
Kebakaran yang terjadi pada 24 Juli 2026 menghanguskan enam ruang kelas, satu ruang OSIS, dan satu gudang sekolah. Kondisi tersebut membuat keterbatasan ruang belajar harus diatasi dengan pembagian jadwal belajar pagi dan siang bagi 192 siswa.
Sejak ruang kelas darurat berdiri, seluruh siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal tanpa sistem _shift_. Empat tenda yang disediakan digunakan seluruhnya sebagai ruang belajar dan hingga saat ini masih dimanfaatkan lengkap dengan fasilitas pendukungnya.
Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh siswa. Septarianto Evan, salah satu siswa SMP Negeri 19 Kota Bengkulu, mengatakan kegiatan belajar kini terasa lebih nyaman karena dapat kembali mengikuti pembelajaran bersama teman-temannya dalam jadwal yang sama.
“Dulu karena ruang kelas terbatas, kami harus belajar dengan jadwal yang berbeda. Sekarang sudah bisa belajar bersama teman-teman seperti biasa. Rasanya lebih nyaman dan kami bisa lebih fokus mengikuti pelajaran,” ujar Septarianto.
Dari sisi guru, keberadaan ruang belajar sementara juga membuat proses pembelajaran kembali lebih teratur. Guru dapat mengajar sesuai jadwal tanpa harus menyesuaikan pembelajaran dengan sistem shift.
Guru SMP Negeri 19 Kota Bengkulu, Aurelia Aysha, mengatakan kondisi tersebut turut membuat siswa terlihat lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
“Setelah adanya kelas darurat, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih teratur. Kami sebagai guru bisa kembali mengajar sesuai jadwal dan tidak perlu membagi siswa dalam _shift_ pagi dan siang. Anak-anak juga terlihat lebih bersemangat karena bisa kembali belajar bersama teman-temannya,” ungkap Aurelia.
Sementara itu, proses pemulihan sekolah berlanjut dengan pembangunan kembali ruang kelas permanen oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pembangunan yang telah dimulai tersebut menjadi tahap berikutnya dalam mengembalikan fasilitas pendidikan SMP Negeri 19 Kota Bengkulu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan keberadaan ruang belajar darurat menjadi bagian penting dalam menjaga agar proses pendidikan tetap berjalan selama sekolah memasuki masa pemulihan.
“Bagi kami, yang paling penting dari dukungan ini bukan hanya tersedianya ruang belajar sementara, tetapi bagaimana siswa dapat kembali belajar dengan lebih teratur dan guru dapat menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Kami berharap dukungan ini dapat membantu sekolah melewati masa pemulihan hingga fasilitas permanen kembali tersedia,” ujar Rusminto.
Kembalinya kegiatan belajar mengajar secara normal menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses pemulihan SMP Negeri 19 Kota Bengkulu. Ruang kelas darurat menjadi solusi sementara agar aktivitas pendidikan tetap berjalan, sembari pembangunan fasilitas permanen dilakukan secara bertahap.

