Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah Tinjau Langsung Program Ketahanan Pangan Lapas Terbuka Kendal

167 views

Kendal – Beragam program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Terbuka Kendal kembali mendapat perhatian. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, melakukan kunjungan sekaligus meninjau langsung berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan peternakan di Lapas Terbuka Kendal, Sabtu (3/10).

Dalam kunjungan tersebut, Mardi Santoso melihat secara langsung sejumlah unit kegiatan produktif, mulai dari budidaya domba, budidaya bebek, proses pembuatan pupuk organik, breeding ayam, rumah pembesaran DOC, rumah penetasan, hingga budidaya belut.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah budidaya domba. Melalui program breeding yang dilakukan di Lapas Terbuka Kendal, telah berhasil diperoleh lima ekor anakan dari hasil pengembangbiakan. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pengelolaan peternakan di Lapas Terbuka Kendal terus diarahkan menuju pengembangan populasi ternak secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Dari Balik Jeruji Besi ke Dunia Internasional, Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Kirim Cocopeat ke Jepang

Selain sektor peternakan, Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah juga meninjau program pembibitan ayam melalui proses penetasan telur secara mandiri. Saat ini Lapas Terbuka Kendal memiliki 27 mesin penetas telur otomatis dengan kapasitas yang beragam, mulai dari 100 butir, 200 butir, 300 butir hingga 1.000 butir telur dalam satu mesin.

Dengan dukungan mesin tersebut, Lapas Terbuka Kendal saat ini mampu menampung kurang lebih 3.900 butir telur untuk proses penetasan. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya membangun siklus pembibitan secara mandiri, mulai dari telur, DOC, pembesaran hingga pengembangan populasi ayam.

Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, mengapresiasi konsistensi Lapas Terbuka Kendal dalam mengembangkan berbagai program pembinaan yang produktif dan terintegrasi dengan agenda ketahanan pangan.

“Saya melihat berbagai kegiatan di Lapas Terbuka Kendal sudah berjalan dengan baik dan memiliki keterkaitan satu sama lain. Mulai dari peternakan, pembibitan, penetasan telur hingga pengolahan hasil ternak,” ujar Mardi Santoso.

BACA JUGA:  KPU Lampung Resmi Gelar Launching Pilkada Untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung

Keberhasilan breeding domba Dorper dan pengembangan mesin penetas telur menunjukkan bahwa pembinaan di sini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun proses produksi yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan berbagai unit kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran keterampilan sekaligus membentuk etos kerja warga binaan melalui aktivitas yang nyata dan produktif.

Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan bahwa kunjungan Kakanwil menjadi motivasi bagi jajaran untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan yang telah berjalan.

“Kami terus berupaya mengembangkan seluruh potensi yang ada di Lapas Terbuka Kendal agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara terintegrasi. Mulai dari breeding domba, penetasan telur, pembesaran DOC, hingga berbagai komoditas lainnya, semuanya kami arahkan tidak hanya untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi media pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” ungkap Nu’man Fauzi.

BACA JUGA:  Lapas Muara Tebo Bersama Aparat Penegak Hukum Perkuat Sinergi Tingkatkan Kesiap Siagaan Keamanan

Nu’man Fauzi menambahkan, pengembangan unit penetasan telur dan peternakan akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan sarana yang tersedia. Dengan demikian, hasil pembinaan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi keberlanjutan program ketahanan pangan maupun bagi peningkatan keterampilan warga binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *