Kembangkan Budidaya Vanili, Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Ikuti Program Pembinaan Kemandirian

174 views

Bandar Lampung — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung melakukan praktik penyerbukan buatan tanaman vanili sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan di bidang agribisnis, Senin 5 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di kebun Lapas Kelas I Bandar Lampung. Praktik penyerbukan menjadi bagian dari pelatihan keterampilan pertanian berkelanjutan yang diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Tanaman vanili yang baru berusia sekitar dua minggu setelah penanaman telah mulai menunjukkan pertumbuhan dengan munculnya bunga. Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk memberikan praktik langsung kepada warga binaan mengenai teknik penyerbukan buatan.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Martapura Jalin Silaturahmi dengan Polres Oku Timur Dalam Perkuat Sinergi Bersama APH

Pelatihan dipandu oleh salah seorang warga binaan yang memiliki latar belakang dan pengalaman bertani vanili di daerah asalnya. Pengetahuan tersebut kemudian dibagikan kepada warga binaan lainnya sebagai bagian dari transfer keterampilan dan pengalaman antarpeserta pembinaan.

Pendampingan juga dilakukan pihak Lapas selama kegiatan berlangsung untuk memastikan proses budi daya, termasuk teknik penyerbukan, dilakukan dengan tepat.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati melalui Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Deddy Prawaka, mengatakan program agribisnis tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan.

BACA JUGA:  Tinjau Taruna Magang dan Program Pembinaan, Karutan Tri Wahyu Santosa Berserta Ka KPR Rutan Kelas I Bandar Lampung Terima Kunjungan Direktur Poltekimipas

“Ini bekal keterampilan yang nyata. Saat kembali ke masyarakat, warga binaan sudah punya keahlian,” tegas Deddy.

Menurutnya, pengembangan budidaya vanili tidak hanya diarahkan pada kegiatan produktif selama warga binaan menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke lingkungan masyarakat.

Praktik penyerbukan dilakukan secara langsung agar warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami tahapan teknis dalam budidaya tanaman vanili.

Program pembinaan agribisnis tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam mengembangkan keterampilan warga binaan melalui kegiatan pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

BACA JUGA:  39 Narapidana High Risk Lapas Kelas I Makassar Dipindahkan ke Nusakambangan

Melalui pelatihan tersebut, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri sekaligus menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang produktif dan berintegrasi kembali di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *