Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Manfaatkan Daun Kering di Kebun Raya Tuatunu Menjadi Kompos Berkelanjutan

131 views

Pangkalpinang – Daun berguguran yang menumpuk di kawasan Kebun Raya Tuatunu, terutama saat musim kemarau, berpotensi diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi pemeliharaan tanaman. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal Pangkal Balam menghadirkan sarana pengomposan dan pelatihan pengolahan daun kering pada Selasa (6/10).

Pelatihan bertema “Strategi Pemanfaatan Daun Berguguran di Musim Kemarau Menjadi Kompos Berkelanjutan” ini diikuti 23 peserta dari Kelompok Kebun Raya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kegiatan menghadirkan Ketua Kelompok Sahabat Farm, Didik Sugianto, sebagai narasumber untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan sampah organik.

Peserta mempelajari pembuatan mikroorganisme alami sebagai pendukung proses pengomposan sekaligus mempraktikkan pengolahan daun kering menjadi kompos. Untuk mendukung penerapan hasil pelatihan, Pertamina menyediakan tiga unit bak pengomposan dengan kapasitas bahan baku sekitar 180 kilogram per siklus. Berdasarkan perhitungan kapasitas dan karakteristik bahan, pengolahan tersebut diperkirakan menghasilkan rata-rata 120 kilogram kompos matang per siklus.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hidupkan Kampung Edukasi 21 Sebagai Ruang Belajar Anak

Didik Sugianto menjelaskan bahwa daun kering yang selama ini terkumpul dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengomposan yang tepat.

“Daun kering yang biasanya hanya dikumpulkan dapat diolah menjadi kompos untuk menyuburkan tanah dan membantu pemeliharaan tanaman. Dengan pengetahuan dan sarana yang tersedia, kami berharap pengelola Kebun Raya Tuatunu dapat menerapkan pengolahan ini secara berkelanjutan,” ujar Didik.

Kompos yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk menyuburkan tanah, mendukung pembibitan, dan memelihara tanaman di Kebun Raya Tuatunu. Dengan demikian, pengelola kawasan memiliki alternatif untuk mengolah limbah organik secara mandiri sekaligus mengurangi material yang perlu dibuang.

BACA JUGA:  Kalapas Kelas I Semarang Hadiri Pembukaan FGD Tentang Tindak Lanjut Nota Kesepahaman

Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan antarkelompok binaan Pertamina. Pengalaman Kelompok Sahabat Farm dalam mengelola sampah organik dibagikan kepada pengelola Kebun Raya Tuatunu agar praktik pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan kawasan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pengelolaan lingkungan perlu didukung oleh pengetahuan, sarana, dan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Daun berguguran yang ada di sekitar kita dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat jika dikelola dengan tepat. Melalui penyediaan sarana dan berbagi pengetahuan, kami berharap pengelola Kebun Raya Tuatunu dapat mengolah limbah organik menjadi kompos yang mendukung pemeliharaan tanaman sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Rusminto.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bagikan 10.000 Masker Kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang

Inisiatif TJSL ini sejalan dengan Asta Cita 8 dalam memperkuat keselarasan kehidupan dengan lingkungan dan alam. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali limbah organik, serta Tujuan 15 tentang Ekosistem Daratan melalui dukungan terhadap pemeliharaan tanaman dan kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *