Intip Rutinitas Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal Kelola Ribuan Burung Puyuh

132 views

Kendal – Sejak pagi hari, aktivitas di area budidaya burung puyuh Lapas Terbuka Kendal telah dimulai. Empat warga binaan yang mengikuti program asimilasi menjalankan rutinitas pemeliharaan ternak dengan penuh tanggung jawab, mulai dari membersihkan kandang, memberikan pakan dan minum, hingga memanen telur puyuh yang dihasilkan setiap hari, Kamis (15/10).

Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas peternakan. Setiap tahapan menjadi kesempatan untuk mempelajari keterampilan kerja, membangun kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab melalui praktik langsung di lapangan.

Aktivitas pagi diawali dengan membersihkan kotoran burung puyuh untuk menjaga kebersihan kandang. Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pemberian pakan dan minum, disusul pembersihan area sekitar kandang agar lingkungan tetap terawat dan mendukung produktivitas ternak.

BACA JUGA:  Pimpin Pelantikan Kasi Intel Kejari Tanggamus, Ini Pesan Penting Kajari Subari Kurniawan

Memasuki sore hari, warga binaan kembali menjalankan tugas pemeliharaan dengan memberikan pakan dan minum. Pada waktu yang sama, mereka juga melakukan pengambilan telur puyuh sebagai bagian dari proses produksi harian.

Pendamping kegiatan budidaya puyuh, Joko Susanto, menjelaskan bahwa keterlibatan langsung warga binaan dalam pengelolaan peternakan menjadi sarana pembelajaran yang mengutamakan praktik dan pembiasaan sikap positif.

“Dalam kegiatan ini, warga binaan belajar bahwa pengelolaan peternakan membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Mulai dari menjaga kebersihan kandang hingga memastikan kebutuhan pakan dan minum terpenuhi, semuanya harus dilakukan secara rutin,” jelas Joko.

Di balik rutinitas tersebut, budidaya puyuh Lapas Terbuka Kendal memiliki potensi produksi yang cukup besar. Dengan populasi mencapai 4.400 ekor, peternakan ini menghasilkan sekitar 3.000 butir telur setiap hari.

BACA JUGA:  Kobarkan Semangat Persatuan, Kepala Lapas Makassar Pimpin Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Hasil panen tersebut langsung diambil oleh mitra yang telah menjalin kerja sama dengan Lapas Terbuka Kendal, sehingga hasil budidaya dapat tersalurkan secara berkelanjutan.

Kalapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan produktif seperti budidaya puyuh merupakan bagian dari upaya membangun pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

“Melalui budidaya puyuh, kami membekali warga binaan dengan keterampilan kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai modal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Nu’man Fauzi.

BACA JUGA:  Melalui Program Sai Bumi Edukasi, Kanwil Ditjenpas Lampung Terus Tingkatkan Pendidikan Bagi Warga Binaan

Kegiatan budidaya burung puyuh ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Kendal. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan peternakan, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan kompetensi, membangun etos kerja, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *