Betiklampung.com, Bandarlampung —
Dalam membentuk karakter petugas pemasyarakatan yang sigap dan disiplin, para peserta Pelatihan Pengamanan Dasar di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Lampung mengikuti kegiatan simulasi alarm stealing yang dilaksanakan di Kompi B Yonif 143/TWEJ pada pukul 02.30 dini hari.
Kegiatan ini secara khusus dilaksanakan pada waktu dini hari untuk menguji kesiapan fisik dan mental peserta dalam menghadapi situasi mendadak dan penuh tekanan, sebagaimana potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi sewaktu-waktu di lingkungan Lapas dan Rutan. Saat alarm dibunyikan, seluruh peserta diwajibkan merespons dengan cepat, berkumpul sesuai protokol keamanan, dan mengikuti instruksi dengan tertib.
“Alarm stealing bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga pembentukan mental tanggap, kedisiplinan, serta kekompakan dalam bertugas. Ini adalah bekal penting bagi petugas pemasyarakatan dalam menghadapi situasi darurat,” ungkap salah satu instruktur pelatihan.
Melalui simulasi ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami prosedur penanganan gangguan keamanan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai loyalitas, profesionalisme, dan kesiapsiagaan sebagai bagian dari budaya kerja pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung di area militer ini memberikan suasana latihan yang serius dan penuh kedisiplinan, memperkuat mental dan fisik peserta sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

