PGN Area Lampung Gelar Sosialisasi Berlangganan dan Edukasi Keselamatan Penggunaan Gas Yang Diikuti 83 Pelanggan di Korpri Raya

328 views

Betiklampung.com, Lampung —

PT Pertamina Gas Negara (PGN) Area Lampung gelar sosialisasi berlangganan dan edukasi keselamatan penggunaan gas bumi pelanggan rumah tangga yang diikuti sekitar 50 pelanggan jaringan gas rumah tangga yang digelar di kantor Kelurahan Korpri Raya Jl. Lampung Jaya No.5A Blok D9, Korpri Raya, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (16/07)

Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar mengatakan kegiatan sosialisasi Keamanan Penggunaan Gas dan Berlangganan Gas ini sebagai bentuk tanggung jawab PGN sebagai penyedia layanan jaringan gas rumah tangga. Selain memberi edukasi tentang penggunaan gas bumi yang efisien dan aman, pihaknya juga menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung di lapangan.

Sebelum sosialisasi, para peserta mendapat layanan pemerikasaan kesehatan gratis, berupa cek gula darah, kolesterol dan asam urat. “Tim kami menyampaikan tentang kelebihan menggunakan jaringan gas bumi yang lebih efisien dan aman. Gas bumi tidak beracun, tidak berwarna, dan lebih ringan di udara, sehingga jika terjadi kebocoran cepat menguap di udara dan tidak mengendap di dalam ruangan,” kata Ahmad Abrar.

Kelebihan lainnya, gas tersedia 24 jam sehingga pelanggan tidak perlu khawatir kehabisan gas di tengah malam, dan tidak perlu mengantri untuk mendapatkan gas ketika terjadi kelangkaan gas tabung di pasaran.

Menurut Abrar, penggunaan gas bumi juga lebih murah dan efisien dibanding gas tabung. Harga gas bumi terbagi atas tiga, yaitu harga untuk Rumah Tangga (RT) 1 Rp 4.750 per meter kubik, RT 2 dengan harga Rp. 6.250 per meter kubik, dan GPir untuk golongan pelanggan kecil dengan harga Rp10.000 per meter kubik.

Range kontrak penggunaan gas bumi mulai dari 4 meter kubik hingga 50 meter kubik. Angka 4 meter kubik merupakan batas minimum pemakaian gas yang dikenakan biaya, sehingga bagi pelanggan ketegori GPir yang menggunakan gas dibawah 4 meter kubik per bulan, tetap akan membayar biaya minum Rp40 Ribu per bulan. Sedangkan 50 meter kubik merupakan batas maksimum pemakaian, jika pemakaian lebih dari 50 meter kubik per bulan, maka akan dikenai biaya tambahan atau tarif yang berbeda.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pembinaan, Lapas Kelas IIA Kotabumi Laksanakan Perjanjian Kerjasama

Dia mengingatkan, pelanggan untuk tepat waktu melakukan pembayaran gas, mulai tangga 6 sampai tanggal 20 setiap bulannya. “Pembayaran bisa dilakukan di minimarket seperti Indomart, Alfamart, marketplace shopee, dan aplikasi mobile banking, termasuk di Bank Lampung,” ujar Abrar.

PGN Mobile : Catat Meter *Mandiri*

Dalam kegiatan tersebut, beberapa pelanggan mengeluhkan biaya gas bulanan yang tidak stabil, terkadang tinggi, terkadang rendah. Menanggapi keluhan tersebut, * Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar* menjelaskan, bahwa proses pencatatan meteran dari PGN masih menerapkan pencatatan aktual tiga bulan sekali. Jadi, petugas lapangan akan mendatangi rumah-rumah pelanggan tiga bulan sekali untuk mencatat meteran secara aktual. Sedangkan, pada dua bulan lainnya dilakukan estimasi sesuai dengan riwayat pemakaian pelanggan selama 1 tahun.

“Ibu-ibu tidak perlu khawatir karena saat di bulan ketiga, petugas akan turun ke rumah-rumah untuk *melakukan pencatatan angka di meteran sehingga pemakaian bulan saat petugas datang akan terkalibrasi*, jadi jika ada kelebihan bayar akan digunakan untuk pembayaran bulan berikut, jika ada kekurangan akan ditagihkan ke bulan berikutnya. Coba ingat-ingat, Ibu-Ibu pernah nggak mau bayar kok nggak bisa-bisa tertulis sudah dibayat, itu karena kelebihan bayar (bulan sebelumnya), jadi Ibu nggak bayar lagi,” jelas Ahmad Abrar.

Untuk mengatasi masalah ini, Ahmad Abrar meminta para pelanggan untuk mendownload dan menggunakan aplikasi PGN Mobile. Setelah didownload, pelanggan bisa login menggunakan ID pelanggan, lalu masuk Akun Anda, dan pilih menu “Catat Meter Mandiri”. “Jadi Ibu-Ibu bisa memfoto meteran gas, upload fotonya, tulis angka stand, dan kirim. PGN akan menggunakan data yang Ibu kirim melalui aplikasi PGN Mobile ini untuk menghitung tagihan gas setiap bulannya,” kata Ahmad Abrar.

“Jika dilakukan setiap bulan, dipastikan tidak kena estimasi, jadi sesuai dengan pemakaian Ibu-Ibu semua,” tambahnya. Menurut Ahmad Abrar, para pelanggan juga bisa menghubungi nomor layanan* WA Business PGN pada kontak 0815-1150-0645 atau Pertamina Contact Ceter 135 kemudian pilih menu No. 5* untuk menyampaikan masalah tagihan, keluhan, ataupun untuk mendapatkan informasi tentang jaringan gas bumi dan ingin berlangganan.

BACA JUGA:  Sisternet Festival 2025, XLSMART Tegaskan Keberlanjutan Program Pemberdayaan Perempuan Melalui #1JutaSisterDigital

Tips Aman Menggunakan Gas Bumi

Ahmad Abrar juga memberikan edukasi tentang keselamatan penggunaan gas bumi pada jaringan rumah tangga. Ahmad Abrar mengatakan, sambungan pipa dari PGN sepanjang 10 meter dijamin aman dan tidak rawan bocor karena menggunakan bahan galvanis. Sedangkan sambungan dalam rumah ke kompor menjadi tanggung jawab pelanggan.

“Jadi pastiin pipanya ataupun selangnya bagus, jangan sampai bocor. Kemungkinan bocor karena karatan, kena air di sambungan rumah tangganya, oleh karena itu kalau mau aman, tutup keran gas ketika meninggalkan rumah, dan jangan meninggalkan rumah jika kompor masih menyala,” papar Ahmad Abrar.

Dia juga menyampaikan cara mengatasi jika tercium bau gas dan terjadi potensi kebocoran gas, yaitu jangan menyalakan api dan listrik, tutup semua keran gas, buka jendela dan ventilasi udara, cek kebocoran di meter sambungan pipa dan sambungan selang menggunakan busa sabun. Jika kebocoran terjadi di selang kompor, kencangan klem pengikat selang kompor, tetapi jika kebocoran terjadi di sambungan rumah, tutup semua keran gas dan hubungi Pertamina Contact Center 135 Menu No, ”5”.

“Coba saya tanya, di sini ada yang pernah mengalami kebocoran gas nggak?” kata Ahmad Abrar. Dan dijawab serentak oleh peserta “Enggak. Alhamdulillah, semoga tidak pernah terjadi kebocoran ya Bu,” kata lanjut Ahmad Abrar.

Pihak PGN juga menayangkan video tentang keamanan menggunakan gas bumi. Dalam video dijelaskan agar jaringan gas tidak berdekatan dengan instalasi listrik, meteran gas tidak berdekatan dengan meteran listrik, tempatkan meteran gas di area kering dan terbuka, jangan tindih meteran gas dengan beban apapun, jauhkan dari jangkauan anak-anak, dan dapur harus memiliki ventilasi yang baik.

Bersyukur Ada Gas Bumi

Pada kesempatan ini, beberapa pelanggan menyampaikan pengalamannya selama menggunakan jaringan gas rumah tangga. Salah satu pelanggan, Imah, mengatakan senang menjadi pelanggan gas bumi karena di usianya yang sudah tua, dia takut memasang selang tabung gas. Dengan berlangganan gas bumi, dia tidak perlu lagi memasang selang tabung gas, dan tidak khawatir kehabisan gas di malam hari.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Pagi, Kadivmin Ingatkan Jajaran terkait SKP, LHKPN dan SPT Tahunan

“Alhamdulillah ada gas bumi ini, kita nggak repot kalau kehabisan gas, untuk nenek-nenek kaya saya gini walaupun malam, siang, hujan, aman pakai gas kapan pun. Mudah-mudahan lancar terus bayarnya,” kata Imah sambil tertawa kecil. Hal yang sama disampaikan oleh Desi. Dia mengaku tidak perlu lagi mengantri membeli tabung gas di warung. Apalagi saat terjadi kelangkaan gas, tidak perlu berkeliling ke warung-warung untuk mencari tabung gas.

“Sangat menguntungkan, saya nggak perlu ngantri ke warung, kalau lagi susah gas nggak bingung nyari gas. Kekurangannya dikit, setiap bulannya harganya beda-beda, kadang tinggi, kadang turun, semoga nanti harganya bisa stabil,” ujar Desi. Pelanggan lain, Rusna juga sudah menggunakan jaringan gas bumi sejak 2018. Dia mengaku sangat terbantu dengan adanya gas bumi, saat ini di rumahnya tidak lagi menggunakan gas tabung.

“Sehari-hari saya pakai gas bumi, walau kadang bayarannya naik 150 ribu sebulan, tapi bulan ini turun, nggak apa-apa, yang penting lancar semua. Saya ketua RT, di tempat saya itu ada 60 unit rumah yang berlangganan gas bumi, paling banyak di RT saya, terimakasih PGN sangat membantu,” tutur Rusnah. Diakhir sosialisasi, para peserta menukarkan kupon nomor absensi untuk menebus sembako murah berisi gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter dan serenteng minuman sereal.