Betiklampung.com, Lampung —
Cuci darah atau hemodialisa adalah prosedur untuk membuang racun dari dalam tubuh akibat ginjal yang telah rusak. Prosedur yang menggunakan mesin khusus ini dilakukan pada pasien yang mengalami gagal ginjal, baik akut maupun kronis.
Ginjal adalah sepasang organ yang terletak di area punggung bagian bawah. Ginjal memiliki fungsi yang beragam, seperti menyaring zat sisa metabolisme dan racun di dalam tubuh lalu membuangnya, mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh, melepaskan hormon, dan mengendalikan produksi sel darah merah.
Ginjal yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya, racun akan menumpuk di dalam tubuh sehingga menimbulkan banyak gangguan kesehatan. Untuk mengganti ginjal dalam membuang racun, diperlukan prosedur yang menggunakan mesin khusus, salah satu prosedur tersebut adalah cuci darah atau hemodialisa. Ini merupakan salah satu cara mengobati sakit ginjal pada wanita maupun pria.
Sudah satu dekade Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada seluruh peserta JKN. Biaya yang mahal tidak lagi menjadi penghalang untuk berobat, seluruhnya ditanggung oleh Program JKN, mulai dari sakit baik ringan sampai kronis. Salah satu pengobatan penyakit kronis yang banyak digunakan adalah tindakan hemodialisis atau cuci darah bagi pasien gagal ginjal.
Suparman (71) adalah salah satu peserta JKN Pensiunan PNS didiagnosa menderita penyakit gagal ginjal kronis yang mengakibatkan dirinya harus menjalani tindakan cuci darah rutin. Ditemui di ruang rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara, Suparman menceritakan kisahnya saat menjalani cuci darah selama ini.
Meskipun dirinya paham bahwa tidak bisa lepas dari layanan cuci darah, setidaknya masih ada harapan yang membuat dirinya bersyukur. Ia bersyukur adanya Program JKN bisa memberikan manfaat untuk suaminya hingga kini. Besar harapannya agar program yang dikelola BPJS Kesehatan ini bisa berlanjut dan terus berkembang.
“Pelayanannya enak, semua dijamin sangat membantu serta meringankan beban keluarga kami, karena setiap kali cuci darah memerlukan biaya kurang lebih 1,5 juta rupiah. Saya bersyukur sekali, alhamdulillah. Saya tidak bisa berkata-kata lagi sudah, pokoknya adanya JKN ini sudah memberikan jaminan kesehatan yang luar biasa manfaatnya untuk keluarga saya,” ujar Suparman.
Ia juga menambahkan bahwa suasana ketika dirinya menjalani perawatan cuci darah di rumah sakit sangat bersahabat, dirinya dilayani dengan sangat ramah oleh seluruh petugas. Hal ini dikarenakan sudah adanya koordinasi yang baik antara BPJS Kesehatan dengan pihak rumah sakit.
“Bukan hanya di rumah sakit namun di kantor BPJS Kesehatan juga orang-orangnya ramah sekali. Petugas BPJS Kesehatan juga memberikan edukasi dan pelayanan yang baik buat para pesertanya. Dua kali dalam seminggu saya ke rumah sakit dan bertemu petugasnya. Kami mengucapkan terima kasih atas hadirnya Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Suparman.
Meskipun terdaftar sebagai pasien JKN di kelas dua, Suparman dan keluarganya merasa tidak ada perbedaan perlakuan sama sekali dengan pasien umum. Pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Bhayangkara sangat baik serta ramah.
Dari berbagai pengalaman Suparman tersebut, kehadiran pemerintah dalam hal memberi solusi kesehatan bagi masyarakat sudah dirasa baik. Bagi dirinya, Program JKN sudah sangat membantu dan juga masih terbilang terjangkau iurannya bagi masyarakat.
“Program JKN ini buat saya sudah memadai, sangat cukup, dan tidak mahal untuk iurannya, sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu bisa mendaftarkan melalui pemerintah. Selain itu, layanan fasilitas kesehatan bagus juga. Ya harapannya layanan JKN ini ditingkatkan terus baik di puskesmas, klinik ataupun di rumah sakit,” tutupnya.

