Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung: Wujud Nyata Implementasi Program Akselerasi Kemenimipas

298 views

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Di bawah kepemimpinan Ike Rahmawati, Lapas Kelas I Bandar Lampung terus membuktikan komitmennya dalam mengimplementasikan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dengan capaian nyata yang menyentuh berbagai aspek: keamanan, produktivitas, pendidikan, hingga kepedulian sosial.

Akselerasi #1 – Memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan

Melalui deteksi dini harian, razia gabungan dengan aparat keamanan, dan pengawasan ketat terhadap barang terlarang, Lapas menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan bebas dari pengaruh kriminal.

Akselerasi #2 – Ketahanan pangan

Program perkebunan di area Branggang dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) telah menghasilkan berbagai komoditas pangan—seperti sayuran, buah, dan bahan herbal—yang dipanen secara rutin. Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga menjadi bahan baku distribusi ke restoran, Transmart, hingga masyarakat sekitar, memperkuat kontribusi Lapas terhadap ketahanan pangan lokal.

BACA JUGA:  Wujudkan Reformasi Birokrasi, Staf Khusus Menteri Bidang Keamanan dan Intelijen Berikan Penguatan RB di Lingkungan Kanwil Kemenkumham

Akselerasi #3 – UMKM warga binaan

Selain cocopeat yang telah diekspor tiga kali ke Jepang bersama PT Coir Indonesia Global, Lapas juga mengembangkan Roti Raja Bakery—produk roti dan pastry hasil karya warga binaan yang kini mulai dikenal di pasar lokal. Kedua produk ini menjadi bukti nyata bahwa warga binaan mampu menghasilkan UMKM berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Akselerasi #4 – Bantuan sosial kepada masyarakat sekitar

Melalui kegiatan berkelanjutan seperti Jumat Berkah, Lapas secara konsisten menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai titik, sebagai wujud kehadiran institusi yang peduli dan berbagi.

BACA JUGA:  Suasana Ramadhan di Rutan Sukadana, Warga Binaan Shalat Tarawih Dengan Penuh Khidmat

Akselerasi #5 – Atasi overcapacity

Dengan optimalisasi hunian, penguatan program asimilasi, dan integrasi sistem digital, Lapas berhasil menjaga tingkat kepadatan tetap dalam batas aman tanpa mengorbankan kualitas pembinaan.

Akselerasi #12 – Lapas sebagai pusat edukasi dan pelatihan

Melalui Akademi Passai, warga binaan mengikuti program Kejar Paket A, B, dan C serta pelatihan vokasional. Empat di antaranya bahkan menjadi pelopor pertama di Provinsi Lampung yang meraih Sertifikat Kompetensi BNSP di bidang menjahit—bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya memulihkan, tapi juga menciptakan tenaga kerja terampil berstandar nasional.

“Kami percaya, membina bukan menghukum. Setiap langkah kami ambil agar warga binaan pulang bukan hanya bebas, tapi juga berdaya, bermartabat, dan siap berkontribusi,” ujar Ike Rahmawati.

BACA JUGA:  Diduga Pelayanan KMC Bandar Lampung Buruk, Pasien Tidak Diperiksa Namun Harus Bayar 235 Ribu

Dengan pendekatan holistik ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung tidak hanya menjalankan tugas—tapi menjadi contoh nyata transformasi pemasyarakatan yang selaras dengan visi Kemenimipas: aman, humanis, produktif, dan berwibawa.