Tetap Produktif dan Mandiri, Lapas Cibinong Panen Selada Hidroponik 45 Kg Hasil Pembinaan Warga Binaan

262 views

Cibinong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong melaksanakan panen selada hidroponik sebanyak 45 kilogram yang bertempat di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan dan peternakan di Lapas dan Rutan, Senin (5/1/2026).

Panen selada hidroponik tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menerapkan sistem pertanian tanpa tanah (hidroponik). Warga binaan dilibatkan secara aktif mulai dari penyemaian benih, pengaturan nutrisi dan aliran air, perawatan tanaman, hingga proses panen. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkenalkan teknologi pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Tidak Dipungut Biaya, Rutan Kota Agung Tetap Berikan Layanan Video Call Gratis Kepada Warga Binaan

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kelas IIA Cibinong, Tunggadewi Ratu Wardhani menyampaikan bahwa penerapan sistem hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi merupakan upaya untuk menyesuaikan pembinaan dengan perkembangan teknologi pertanian saat ini.

“Melalui budidaya selada hidroponik, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian modern yang memiliki nilai ekonomis dan peluang usaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto menyebutkan bahwa kegiatan panen selada hidroponik ini merupakan bentuk komitmen Lapas Cibinong dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

BACA JUGA:  Jasa Raharja dan Lemhannas RI Menandatangani Perjanjian Kerja Sama Untuk Tingkatkan Wawasan Kebangsaan

“Program hidroponik ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu warga binaan, tetapi lebih dari itu, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan nyata yang memiliki nilai guna dan nilai jual ketika kembali ke masyarakat. Pembinaan harus mampu menciptakan perubahan dan kemandirian,” tegasnya.

Salah seorang warga binaan dengan inisial SR yang mengikuti program hidroponik mengungkapkan rasa bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat.

“Kami belajar cara bertani dengan sistem hidroponik yang sebelumnya belum pernah kami kenal. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberi harapan untuk membuka usaha atau bekerja di bidang pertanian setelah bebas nanti,” tuturnya.

BACA JUGA:  Tim Tour to Blok Lapas Muara Enim Lakukan Razia Rutin Upaya Cegah Gangguan Kamtib

Melalui pelaksanaan panen selada hidroponik ini, Lapas Cibinong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan, guna menciptakan warga binaan yang mandiri, berdaya saing, serta siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.