Hadirkan Kedamaian Batin, Pembinaan Meditasi dan Paritta Suci Sarana Perbaikin diri Warga Binaan Buddha Lapas Cibinong

232 views

Cibinong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus berkomitmen memberikan pembinaan kepribadian yang menyeluruh bagi warga binaan, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan rohani berupa meditasi dan pembacaan Kitab Paritta Suci yang dibina langsung oleh perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (6/1/2026).

Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di vihara Yang Xin Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta Lapas Kelas IIA Cibinong ini berlangsung dengan khidmat dan penuh ketenangan. Warga binaan pemeluk agama Buddha mengikuti rangkaian meditasi serta pembacaan Paritta Suci sebagai sarana menenangkan batin, memperkuat nilai kebajikan, dan membangun kesadaran diri.

BACA JUGA:  Sita Barang Terlarang, Rutan Kelas IIB Kotabumi Gelar Laksanakan Razia Kamar Hunian

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian warga binaan.

“Pembinaan rohani seperti meditasi dan pembacaan Paritta Suci ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan ketenangan batin, menumbuhkan kesadaran, serta menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Pegawai Kementerian Agama pegawai yang hadir, Tri sebagai mitra pelayanan menjelaskan bahwa meditasi dan Paritta Suci tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang membangun kedamaian dan pengendalian diri.

BACA JUGA:  Kalapas Gowim Mahali Hadiri Sosialisasi Permenkumham Nomor 24 Tahun 2023 di Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung

“Meditasi dan Paritta Suci mengajarkan ketenangan, pengendalian pikiran, serta penguatan nilai moral. Melalui pembinaan ini, warga binaan diharapkan mampu membangun kesadaran diri dan menanamkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Salah satu warga binaan (G) yang mengikuti kegiatan tersebut juga mengungkapkan rasa syukur atas pembinaan rohani yang diterimanya. “Kegiatan ini buat saya lebih tenang dan mampu mengendalikan emosi. Meditasi dan Paritta Suci membantu saya merenung dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ungkapnya.

Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan dan melibatkan sinergi dengan Kementerian Agama, Lapas Kelas IIA Cibinong menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menghadirkan pembinaan yang humanis, bermakna, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif warga binaan.