Bandar Lampung — Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) Provinsi Lampung – Sumatera Selatan telah resmi dikukuhkan. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sekaligus mendorong akselerasi program asosiasi di tingkat daerah.
Pengukuhan pengurus DPD AMDATARA Lampung–Sumatera Selatan digelar di Daja Resto, Enggal, Bandar Lampung, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi dan pengukuhan kepengurusan AMDATARA secara nasional yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta pada 16 Desember 2025.
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan pembentukan kepengurusan di tingkat daerah bertujuan untuk mendekatkan asosiasi dengan para pelaku industri AMDK di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan.
“Ini adalah salah satu upaya kami agar bisa lebih dekat dengan para pelaku industri AMDK di Lampung dan Sumatera Selatan. Kami ingin terus bekerja sama untuk memperkuat industri agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Karyanto.
Menurutnya, AMDATARA hadir sebagai rumah baru bagi industri AMDK di Indonesia. Setelah pengukuhan DPD, langkah selanjutnya adalah melakukan konsolidasi organisasi, sosialisasi kepada pelaku usaha, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dan pemangku kepentingan utama.
“Setelah pengukuhan ini, kami akan melakukan konsolidasi, sosialisasi kepada pelaku industri, serta koordinasi dengan pemerintah. Pemerintah adalah regulator sekaligus stakeholder utama yang harus kita ajak berkolaborasi,” jelasnya.
Karyanto menambahkan, terdapat sejumlah isu strategis yang perlu disinergikan antara industri dan pemerintah, di antaranya implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, pengelolaan air tanah dan air permukaan, sertifikasi halal, hingga pengelolaan sampah kemasan AMDK.
Sementara itu, Ketua DPD AMDATARA Lampung – Sumatera Selatan, Raditia Putra Pratama, menegaskan pembentukan DPD di dua provinsi tersebut sudah sangat dibutuhkan sebagai wadah akselerasi industri AMDK di daerah.
“Hari ini menjadi momentum yang baik bagi Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Memang sudah diperlukan adanya DPD AMDATARA sebagai wadah asosiasi industri air minum dalam kemasan di daerah,” kata Raditia.
Ia menjelaskan, pembentukan DPD AMDATARA merupakan amanat organisasi untuk mempercepat pelaksanaan program kerja di tingkat daerah. Salah satu fokus utama ke depan adalah melakukan rekrutmen dan sosialisasi kepada perusahaan – perusahaan AMDK yang belum tergabung dalam asosiasi.
“Kami mendapat amanat organisasi untuk melakukan akselerasi di level DPD. Salah satu langkah awal yang akan kami lakukan adalah rekrutmen anggota, karena di Lampung dan Sumatera Selatan masih banyak perusahaan AMDK yang belum mendapatkan informasi tentang AMDATARA,” ujarnya.
Raditia memaparkan, saat ini jumlah anggota AMDATARA di tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP) telah mencapai lebih dari 100 perusahaan AMDK di seluruh Indonesia. Namun di wilayah Lampung–Sumatera Selatan, baru empat perusahaan yang bergabung, tersebar di Tanggamus, Lampung Timur, dan Pringsewu.
“Masih ada sekitar 21 sampai 30 perusahaan AMDK yang belum bergabung. Ini potensi besar ke depan untuk mendorong kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Raditia menekankan AMDATARA berperan sebagai wadah kerja sama bisnis antarpelaku industri sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha dan pemerintah, khususnya dalam mendorong keberlanjutan industri AMDK.
“Keuntungan bergabung dengan AMDATARA, kita bisa melakukan kerja sama bisnis antarperusahaan. Selain itu, asosiasi ini menjadi wadah untuk menyuarakan kepentingan dunia usaha agar selaras dengan regulasi pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran dunia usaha sangat penting dalam mendukung keberlanjutan, baik dari sisi operasional bisnis maupun tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Bagaimana peran dunia usaha mendukung keberlanjutan, baik di level bisnis, operasional, maupun sosial lingkungan, itu semua bisa kita dorong bersama melalui AMDATARA,” ungkap Raditia.

