Cibinong — Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dasar Pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung yang difokuskan pada penguatan tata kelola Dapur Sehat serta peninjauan pelaksanaan PKBM sebagai bagian dari pembinaan Warga Binaan, Kamis (5/2/2026).
Rombongan Lapas Kelas IIA Narkotika Bandung meninjau berbagai aspek pengelolaan dapur, mulai dari pengaturan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, sistem kebersihan, penerapan standar laik higienis dan Halal, hingga pendistribusian makanan kepada warga binaan
Dalam kesempatan tersebut, Kasi Binadik Lapas Cibinong, Nu’man Fauzi, memberikan penjelasan langsung kepada jajaran Lapas Narkotika Bandung mengenai konsep dan implementasi Dapur Sehat dan PKBM Lapas Cibinong.
“Dapur Sahabat dan PKBM kami jalankan secara bersamaan dan terstruktur agar Warga Binaan mendapatkan makanan layak sekaligus kesempatan belajar dan mengembangkan keterampilan,” ujar Ricky.
Di kesempatan yang berbeda, Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa Dapur Sahabat dan pelaksanaan PKBM adalah unsur yang sangat penting terhadap layanan hak – hak Warga Binaan.
“Kami berharap pengalaman praktik baik ini dapat menjadi referensi dan berbagi pengalaman dengan Lapas lain, sehingga pelayanan Pemasyarakatan khususnya di Jawa Barat semakin meningkat,” ujar Wisnu.
Selain itu, rombongan juga melihat secara langsung proses kegiatan belajara mengajar melalui program PKBM yang mendukung Warga Binaan dalam melanjutkan pendidikan formal dan keterampilan dasar.
Kasubsi Bimkemaswat Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Yoseph, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Lapas Cibinong dalam berbagi praktik baik pengelolaan dapur dan pendidikan.
“Kami mendapatkan banyak pembelajaran dari pengelolaan Dapur Sahabat serta kegiatan PKBM di Lapas Cibinong. Sistem yang tertata, bersih, dan terstandar ini menjadi referensi penting bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan hak dasar Warga Binaan di Lapas Narkotika Bandung,” ujar Yoseph.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan sinergi antarsatuan kerja Pemasyarakatan semakin kuat sekaligus mendorong peningkatan mutu pengelolaan dapur dan pembinaan pendidikan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung secara berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar Warga Binaan.

