Pertamina Patra Niaga Hadirkan Peluang Usaha Ramah Lingkungan Melalui Budidaya Lebah Kelulut

173 views

Pangkalpinang — Budidaya lebah kelulut mulai dilirik masyarakat sebagai usaha ramah lingkungan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian alam.

Melihat potensi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam menggelar Pelatihan Budidaya Lebah Kelulut dan Pengolahan Madu Berkelanjutan di Kebun Raya Tuatunu, Kota Pangkalpinang, Kamis (21/5).

Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari masyarakat pengelola madu, pengelola Kebun Raya Tuatunu, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang. Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung mulai dari split koloni, pengembangbiakan lebah kelulut, hingga proses panen dan pengolahan madu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan Pertamina selama tiga tahun terakhir. Dalam pelaksanaannya, Pertamina mendampingi Kelompok Kebun Raya Tuatunu yang bermitra dengan Kelompok Arisi dalam pengembangan budidaya lebah kelulut. Hingga kini, sebanyak 18 koloni lebah kelulut telah dikelola melalui program tersebut.

BACA JUGA:  Pendaftaran Merek di Indonesia Paling Lama Enam Bulan, Lebih Cepat dari Amerika dan Cina

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumabagsel dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program di Kebun Raya Tuatunu.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pertamina yang terus berkontribusi dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pelatihan ini, Pertamina tidak hanya meningkatkan kapasitas pengelola, tetapi juga turut mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati di Kebun Raya Tuatunu,” ujar Fahrizal.

BACA JUGA:  Salam PAS, Pererat Tali Silaturahmi Antara Petugas dan Warga Binaan

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Salah satu peserta, Sumiati, mengaku kegiatan ini menambah pengetahuan dan keterampilannya dalam pengelolaan madu kelulut.

“Terima kasih kepada Pertamina atas pelatihan ini. Kami jadi lebih memahami pengelolaan madu kelulut dan berharap budidaya yang dijalankan dapat terus berkembang serta bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Sumiati.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan. Perusahaan juga akan terus melakukan pelatihan dan penguatan kapasitas budidaya lebah kelulut agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Rusminto.

BACA JUGA:  Kanwil Kemenkumham Babel Lepas 12 Kades/Lurah Menuju Paralegal Academy 2024

Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *