Asah Bakat dan Lestarikan Budaya, Lapas Cibinong Manfaatkan Seni Musik Tradisional Angklung Sebagai Media Pembinaan

162 views

Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan. Salah satunya melalui pelatihan seni budaya berupa pelatihan angklung yang dilaksanakan bekerja sama dengan Sanggar Seni Putra Binekas Kabupaten Bogor bertempat di Aula Saharjo Lapas Cibinong, Jumat,(12/06/2026).

Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Sanggar Seni Putra Binekas yang memberikan materi dasar teknik bermain angklung, pengenalan alat musik tradisional, hingga latihan memainkan lagu-lagu nasional dan daerah. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para Warga Binaan yang mengikuti setiap sesi pelatihan.

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Ricky Robby Rizkiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat Warga Binaan di bidang seni budaya.

BACA JUGA:  Lakukan Bintorwasdal di Lapas Kelas I Semarang, Kakanwil Terkesan Dengan Produk Kaligrafi Karya WBP

“Melalui pelatihan angklung ini, kami memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan budaya bangsa. Selain itu, permainan angklung juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan kerja sama yang sangat baik dalam proses pembinaan,” ujar Robby.

Pelatih angklung, Deden, menjelaskan bahwa angklung merupakan alat musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok sehingga membutuhkan koordinasi dan kekompakan yang baik antar pemain.

“Angklung bukan hanya alat musik tradisional, tetapi juga sarana untuk membangun kebersamaan. Dalam setiap lagu yang dimainkan, setiap orang memiliki peran yang sama pentingnya sehingga diperlukan konsentrasi, disiplin, dan kerja sama yang baik agar menghasilkan harmoni yang indah, dan hal ini sangat membantu bagi Warga Binaan sehingga memiliki keterampilan yang baru, ” jelas Deden.

BACA JUGA:  Brigif 4 Marinir/BS dan Unila Menggelar Sosialisasi Kegiatan Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Salah seorang Warga Binaan berinisial PA mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan angklung menjadi pengalaman baru yang memberikan pengetahuan sekaligus hiburan positif selama menjalani masa pembinaan.

“Saya merasa senang karena bisa belajar memainkan alat musik tradisional yang sebelumnya belum pernah saya coba. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga membuat kami lebih menghargai budaya Indonesia,” ungkap PA.

BACA JUGA:  Terkait Jaksa CR Yang Terlibat Obat Psikotropika, Ini Penjelasan Kasi Penkum Kejati Lampung

Melalui kegiatan ini, Lapas Cibinong berharap Warga Binaan dapat terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia sebagai bekal positif dalam kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *