Jambi – Budaya mengelola sampah dengan bijak tidak lahir begitu saja. Kebiasaan itu tumbuh dari rumah tangga, melalui tangan-tangan warga yang mulai memilah, memilih, dan peduli terhadap lingkungan. Semangat tersebut diwujudkan dalam Gerakan Pilah Sampah dari Sumber di Kelurahan Kasang, Kota Jambi pada, Minggu (14/6).
Kegiatan yang diikuti 30 warga, perangkat kelurahan, dan penggiat lingkungan ini mendapat dukungan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Jambi sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Gerakan pilah sampah ini sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Jambi melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), yakni layanan pengangkutan sampah menggunakan gerobak motor roda tiga di tingkat RT. Melalui layanan tersebut, warga didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah sehingga volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat berkurang.
Program yang menjangkau sekitar 150 kepala keluarga (KK) di tiga RT Kelurahan Kasang ini diperkuat dengan pembangunan Teba Modern oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui FT Jambi. Fasilitas pengolahan sampah organik skala komunitas itu dimanfaatkan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos.
Pertamina juga memfasilitasi pengecatan dan pemanfaatan kembali 150 wadah bekas cat menjadi tempat sampah terpilah, serta menyediakan cat, timbangan, dan wadah penampung guna mendukung penimbangan rutin sebagai bagian dari pemantauan pengelolaan sampah setiap bulan.
Hasil pengolahan sampah organik di Teba Modern dimanfaatkan sebagai kompos untuk tanaman dan tanaman obat keluarga (TOGA). Ke depan, kompos yang dihasilkan juga akan dikembangkan menjadi pupuk organik bernilai ekonomi.
Lurah Kasang, Ella Indiyani, mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh perubahan kebiasaan masyarakat. “Kami berharap warga semakin memahami bahwa sampah memiliki nilai apabila dikelola dengan baik. Dukungan berbagai pihak, termasuk Pertamina, sangat membantu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujar Ella.
Salah seorang warga, Asmawati, mengaku kini lebih mudah menerapkan pemilahan sampah di rumah. “Dulu sampah masih sering tercampur. Sekarang kami jadi lebih paham cara memilah, dan ternyata bisa dilakukan dengan sederhana di rumah,” tutur Asmawati.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari lingkungan terdekat.
“Melalui Teba Modern dan pemanfaatan kembali wadah bekas menjadi tempat sampah terpilah, kami ingin mendorong ekonomi sirkular sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Rusminto.
Program ini diharapkan menjadikan Kelurahan Kasang sebagai contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

