Kendal – Lapas Terbuka Kendal terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui budidaya dan breeding berbagai jenis ayam. Salah satunya ditunjukkan melalui kegiatan panen telur ayam yang dilaksanakan secara rutin setiap hari, Sabtu (26/9).
Panen telur dilakukan dari berbagai jenis ayam yang dikembangkan di Lapas Terbuka Kendal, mulai dari ayam KUB, ayam Cemani, ayam Golden Permut, hingga ayam Bangkok Mangon. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan peternakan terintegrasi sekaligus upaya meningkatkan produktivitas program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Petugas penanggung jawab kegiatan, Ayom Kusumo, menyampaikan bahwa hasil panen telur menunjukkan perkembangan yang positif. Jumlah telur yang berhasil dipanen terus mengalami peningkatan dari hari ke hari seiring dengan semakin optimalnya pengelolaan dan perawatan ayam.
“Untuk hasil panen telur setiap harinya terus mengalami peningkatan. Ini menunjukkan bahwa pemeliharaan dan pengelolaan breeding yang kami lakukan mulai memberikan hasil yang positif. Kami akan terus melakukan perawatan dan pemantauan agar produktivitas ayam dapat semakin optimal,” ujar Ayom.
Telur-telur hasil panen tersebut selanjutnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai hasil produksi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung program breeding ayam. Telur yang memenuhi kriteria akan dikumpulkan dan ditetaskan menggunakan mesin penetas telur otomatis, sehingga proses pengembangan populasi ayam dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kalapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan bahwa peningkatan hasil panen menjadi salah satu indikator berkembangnya program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Terbuka Kendal.
Budidaya dan breeding berbagai jenis ayam ini merupakan bagian dari upaya kami mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Peningkatan hasil panen telur setiap hari tentu menjadi capaian positif.
“Kedepan kami ingin kegiatan ini terus berkembang sehingga tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan keterampilan bagi warga binaan,” ungkap Nu’man Fauzi.
Dengan pola panen telur setiap hari, seleksi telur, hingga proses penetasan menggunakan mesin otomatis, Lapas Terbuka Kendal terus membangun siklus breeding yang terintegrasi.
Pengembangan ayam KUB dan berbagai jenis ayam hias tersebut diharapkan mampu memperkuat produktivitas peternakan sekaligus mendukung terwujudnya pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.

