Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan siswa Madrasah Aliyah Darul Huffazh, pada Selasa siang, 22 September 2026, di Aula Dekanat Fakultas Pertanian. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Unila untuk menegaskan komitmen melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berintegritas, berlandaskan nilai agama, dan siap berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045.
Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Darul Huffazh, Ustadz Hasan Basri, Lc., M.A., dalam sambutan pembukaan menekankan, hafalan Alquran bukanlah penghalang bagi karier akademik maupun profesional. “Penghapal Alquran bisa menjadi pengusaha, ilmuwan, dokter, bahkan pemimpin bangsa. Justru dengan bekal Alquran, jalan pendidikan dan karier semakin luas,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Kerja Humas Unila, Muhamad Safik Eka Saputra, S.E., M.M., menyampaikan, siswa Darul Huffazh memiliki keunggulan dibanding sekolah umum karena telah ditanamkan nilai-nilai Alquran sejak dini. “Kalian lebih unggul karena sudah mengenal Allah subhanahu wa taala melalui hafalan, baru kemudian mempelajari ilmu umum. Momentum ini harus jadi pijakan untuk memperlebar sayap,” katanya.
Sebagai narasumber utama, Ir. Ing. Hery Dian Septama, S.T., IPM., dari Tim PMB Unila menegaskan, bangsa membutuhkan SDM yang bukan hanya cerdas, tetapi juga takut suap dan korupsi. “Kita butuh hakim yang hafiz, bupati yang hafiz, pejabat yang tidak menerima suap karena takut kepada Allah subhanahu wa taala. Perguruan tinggi harus melahirkan SDM unggul seperti itu demi keselamatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Hery Dian juga memaparkan profil Unila yang pada 23 September 2026 genap berusia 61 tahun, serta perjalanan menuju keunggulan global melalui akreditasi internasional dan seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB). (*)

