Martapura — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Martapura kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas, khususnya dunia pendidikan. Pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, Lapas Kelas IIB Martapura menerima kunjungan istimewa dari para siswa dan siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Martapura.
Kegiatan ini dikemas dalam program belajar dan mengenal Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan pembinaan kemandirian serta sektor ketahanan pangan yang dikelola di dalam lingkungan lapas. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08:45 WIB tersebut disambut dengan penuh antusias oleh para siswa.
Hadir mendampingi dalam kegiatan ini secara langsung Kepala Lapas Kelas IIB Martapura, para pejabat struktural, staf, serta peserta magang yang turut aktif membimbing jalannya acara dari awal hingga akhir. Suasana kebersamaan dan edukasi terlihat jelas tatkala para pelajar cilik ini mulai memasuki area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Martapura.
Pelaksanaan program ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi edukatif, tetapi juga memberikan wawasan nyata mengenai pentingnya kemandirian dan produktivitas. Para siswa diajak untuk melihat dan mempelajari langsung praktik di lapangan, mulai dari sektor pertanian hingga perikanan yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan Lapas Kelas IIB Martapura.
Dalam sesi kunjungan tersebut, para siswa dan siswi SDN 1 Martapura diajak untuk mengenal lebih dekat proses budidaya tanaman terong, turun tangan langsung memanen tanaman terong, memberikan pakan kepada ikan lele, hingga merasakan pengalaman seru memanen telur ayam bersama.
Selain kegiatan edukasi pertanian dan peternakan, rangkaian acara juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi para siswa-siswi yang dilakukan secara langsung oleh tim medis Lapas Kelas IIB Martapura. Seluruh rangkaian kegiatan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa ada kendala suatu apa pun.
Kepala Lapas Kelas IIB Martapura menyampaikan apresiasi dan pandangannya terkait terselenggaranya kegiatan edukatif ini. Beliau menyatakan bahwa pembinaan yang ada di dalam lapas tidak hanya berfokus pada Warga Binaan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi positif bagi anak-anak usia sekolah untuk mengenal dunia luar secara nyata, khususnya dalam hal kemandirian pangan dan kesehatan.
Melalui pelaksanaan program belajar dan mengenal Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) ini, pihak redaksi berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Diharapkan sinergi antara instansi pemasyarakatan dan lembaga pendidikan di Kabupaten OKU Timur ini dapat terus terjalin erat demi mencetak generasi muda yang cerdas, peduli lingkungan, dan berwawasan luas sejak dini.

