Jajaran Lapas Metro Studi Tiru ke Perkebunan Nanas PT GGP

160 views

Metro — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro menggelar kegiatan touring bersama jajaran pegawai Lapas Metro dan Lapas Gunung Sugih. Tak sekadar berkendara bersama, touring kali ini juga dirangkaikan dengan studi tiru ke PT Great Giant Pineapple (GGP), salah satu produsen nanas terkemuka di Indonesia, Sabtu (17/10/2026).

Studi tiru dilaksanakan sebagai upaya menambah wawasan dan keilmuan di bidang perkebunan nanas. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam program pembinaan kemandirian di Lapas Metro.

Sejak pagi, rombongan berangkat menuju PT GGP dan disambut langsung oleh Manajer Produksi serta Manajer Quality Management System. Rombongan mendapatkan pembekalan mengenai proses perkebunan nanas yang diterapkan di PT GGP, mulai dari budi daya hingga standar mutu produk. Sesi tanya jawab pun berlangsung hangat dan interaktif.

Usai pembekalan, rombongan diajak meninjau lokasi produksi dan pengemasan nanas untuk melihat secara langsung proses pengolahan hingga produk siap dipasarkan. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Taman Nasional Way Kambas untuk melihat konservasi gajah, sekaligus menjajal jalur off-road demi memperkuat kebersamaan antar pegawai.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Gaungkan Semangat Kartini, Perempuan Tangguh, Perusahaan Tumbuh

Kepala Lapas Metro, Tetra Destorie, dalam keterangannya usai kegiatan menyampaikan bahwa touring kali ini dirancang agar memberikan manfaat ganda.

“Kami ingin kegiatan touring tidak hanya menjadi rekreasi, tetapi juga sarana belajar. Hari ini kami mendapatkan banyak ilmu dari PT GGP, mulai dari pembekalan tentang perkebunan nanas, peninjauan proses produksi dan pengemasan, hingga standar mutu yang mereka terapkan,” ujar Kalapas Tetra.

Setelah itu ke Way Kambas untuk melihat konservasi gajah dan merasakan jalur off-road bersama-sama. Ia menjelaskan, pengetahuan yang diperoleh sangat bermanfaat bagi pengembangan program pembinaan kemandirian Warga Binaan.

BACA JUGA:  Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kalianda Ikuti Jumbara Nasional Palang Merah Remaja XI 2023

“Banyak hal yang bisa kami pelajari, terutama soal pengelolaan lahan, perawatan tanaman, dan menjaga kualitas hasil panen. Pegawai jadi punya wawasan baru yang nantinya bisa ditularkan kepada Warga Binaan dalam kegiatan bimbingan kerja,” jelasnya.

Terkait prospek ke depan, Tetra menyebutkan pihaknya mengkaji kemungkinan pengembangan perkebunan nanas di lingkungan Lapas Metro. “Kami akan pelajari kemungkinan mengembangkan perkebunan nanas di Lapas Metro, tentu disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan kondisi yang ada,” kata dia.

Jika memungkinkan, ini bisa menjadi program pembinaan kemandirian baru di bidang pertanian. Warga Binaan mendapatkan keterampilan yang bermanfaat, dan hasilnya pun bisa bernilai ekonomi, seperti yang sudah kami lakukan dengan PAS Coffee.

Tetra juga mengapresiasi kebersamaan yang terjalin dengan jajaran Lapas Gunung Sugih. “Touring bersama Lapas Gunung Sugih ini juga mempererat sinergi antar-UPT. Kebersamaan seperti ini penting agar kita bisa saling berbagi pengalaman dan mendukung satu sama lain,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Metro Pimpin Razia Blok Hunian Warga Binaan

Antusiasme juga dirasakan para pegawai. Salah seorang pegawai, Indra, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan. “Kegiatannya sangat seru dan bermanfaat. Biasanya touring hanya berkendara, tetapi kali ini kami juga mendapat ilmu baru tentang perkebunan nanas. Ditambah lagi bisa mencoba off-road bersama rekan-rekan. Rasa kebersamaan jadi semakin kuat,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *