Fakultas Teknik Universitas Lampung Gelar Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2021

# Dilihat: 89 pengunjung
  • Bagikan

Betiklampung.com, Bandarlampung –

Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2021 pada hari kamis tanggal 14 Oktober 2021 di Hotel Golden Tulip, Bandarlampung. Ketua Pelaksana, Bapak Karyanto, S.Si, M.T., menyatakan bahwa SINTA yang diinisasi pada tahun 2018 oleh Fakultas Teknik Universitas Lampung memiliki antusiasme peserta cukup tinggi.

Ada sekitar 50 pemakalah SINTA 2021 dari berbagai bidang kajian meliputi Teknik Sipil & Arsitektur, Teknik Geofisika & Teknik Geodesi, Teknik Geologi, Teknik Mesin & Manufaktur Industri, Teknik Elektro, Teknologi Informasi & Komputer, Teknik Kimia & Lingkungan, serta bidang ilmu teknik lainnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung, Prof. Heriyandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 menjadi ujian besar bagi Indonesia dengan jumlah kematian 100 ribu lebih jiwa. Untungnya, Indonesia dengan sigap melakukan tracing untuk mitigasi pandemi Covid-19. Salah satu teknologi yang disajikan dalam seminar SINTA adalah alat tracing GeNose Covid-19 yang dibuat oleh tim Prof. Dr. Kuwat Triyana, salah satu narasumber pada SINTA 2021. Hal tersebut menunjukkan kapabilitas peneliti Indonesia dalam menjawab kebutuhan zaman.

Universitas Lampung sendiri dalam melakukan inovasi teknologi berkelanjutan melakukan 2562 penelitian dan 826 pengabdian kepada masyarakat baik lokal, nasional, mau pun internasional. Publikasi jurnal dan prosiding terbit sebanyak 744 artikel. Produk dari penelitian dan pengabdian tersebut adalah 668 buku, 288 hak cipta, 75 paten, 109 teknologi tepat guna. Setidaknya tahun 2021 ini akan bertambah 20 paten sebagai bukti bahwa inovasi teknologi berkelanjutan terus dilakukan di Universitas Lampung.

Walau terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi pada industri sebesar 10% akibat pandemi COVID-19, tetapi industri teknologi justru meningkat transaksinya lebih dari 30%, disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung, Prof. Ir. Suharno, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng dalam sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa Inovasi teknologi menjadi kunci keberhasilan bagi Indonesia untuk bangkit dari Pandemi COVID-19.

BACA JUGA:  HUT ke-76 TNI, Kapolri: Sinergitas TNI-Polri Mutlak Sebagai Kekuatan Strategis Hadapi Tantangan

Eratnya aplikasi industri dengan bidang ilmu keteknikan membuat kerjasama industri dan peneliti menjadi sesuatu yang harus selalu ditingkatkan agar teknologi Indonesia memiliki kualitas yang tinggi. Fakultas Teknik Universitas Lampung berkepentingan untuk terlibat dalam mendorong terjadinya akselerasi inovasi teknologi sebagai bagian dari misinya, yaitu penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi yang berkualitas berbasis riset terpadu.

Dalam pelaksanaan acara, menurut Koordinator Acara, Ir. Meizano Ardhi Muhammad, S.T., M.T.,  Protokol kesehatan COVID-19 di  Hotel Golden Tulip Lampung dilakukan dengan ketat.  Peserta sebelum memasuki ruangan harus menunjukkan aplikasi Peduli Lindungi sebagai bukti bahwa telah melakukan vaksinasi COVID-19 dan dipantau riwayat Pemeriksaan COVID-19, selain memakai masker, dilakukan pengukuran suhu tubuh, dan tempat duduk antar peserta diatur jaraknya.

Keynote Speaker pada kegiatan Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2021 adalah Bapak Prof. Dr. Kuwat Triyana, dari Universitas Gadjah Mada, Bapak Prof. Dr. Agus Subagio, dari Universitas Diponegoro, Bapak Prof. Dr. Joni Agustian, dari Universitas Lampung. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Agus Subagio, yaitu Rekayasa Pelapisan Nano Silver pada Biosmart and Safe Bus untuk mencegah penularan COVID-19 sehingga moda transportasi bus menjadi nyaman dan sehat menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia juga pakar dalam teknologi nano.

Prof. Dr. Joni Agustian, dalam paparannya yang berjudul “The conventional to magnetic supports for amylolytic enzymes: Prospects of continuous operations in starches hydrolysis” memberikan contoh bahwa dengan penggunaan teknologi tersebut dapat menjamin proses produksi berkelanjutan, sekaligus efisiensi biaya operasi sehingga pada saat diaplikasikan di industri memberikan nilai tambah yang bernilai inovatif dan kompetitif. (Red)

  • Bagikan