Pedulian Terhadap Lingkungan, Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang Akan Tanam Mangrove di Pantai Mahitam Pesawaran

# Dilihat: 51 pengunjung
  • Bagikan

Betiklampung.com, Pesawaran –

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang akan menggelar aksi menanam mangrove di Pantai Mahitam, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Ada kurang lebih 1000 bibit tanaman mangrove yang akan ditanam sebagai tujuan menjaga agar tidak terjadi abrasi pada pantai Mahitam Desa Batu Menyan.

“Ini merupakan momen untuk mengajak masyarakat, khususnya Orang Muda Katolik di Keuskupan Tanjungkarang cinta lingkungan, dimulai dari aksi menanam mangrove kali ini,” kata Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang RD. Gregorius Suripto dalam siaran persnya, Kamis (11/11/2021).

Romo Greg, begitu sapaan akrab RD Gregorius Suripto menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Ensiklik Laudato Si yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus sebagai bentuk komitmennya, sekaligus mengingatkan dan menyerukan kepada kita semua panggilan untuk kembali merawat dan memulihkan bumi sebagai rumah kita bersama.

“Laudato Si adalah ensiklik besar yang menempatkan lingkungan hidup sebagai tantangan utamanya. Laudato Si adalah jawaban yang akan mewujud bila seluruh lapisan masyarakat dan semua orang yang berkehendak baik bersedia terlibat dalam gerakan bersama memperjuangkan semangat ensiklik ini,” terang Romo Greg.

Menurut Romo Greg, seruan Bapa Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si merupakan sebuah panggilan kepada pertobatan ekologis atas kerusakan ekologis yang terjadi pada bumi rumah kita bersama. “Panggilan kepada pertobatan ekologis tidak dapat sebatas ide, gagasan-gagasan, diskusi, tetapi panggilan kepada pertobatan itu adalah sebuah langkah nyata dalam bentuk aktivitas atau kegiatan yang bermanfaat secara langsung maupun secara tidak langsung kepada perubahan,” imbuhnya.

Dijelaskan Romo Greg, tujuan strategis dari Ensiklik Laudato Si adalah untuk mendorong pertobatan ekologis menjadi tindakan kongkrit bagi keutuhan ciptaan. “Kerusakan Bumi yang sudah dalam kondisi kritis mengundang siapa saja untuk terlibat aktif di dalamnya, terlebih mengingat urgensi kerusakan bumi yang menuntut kita semua untuk bergerak segera, menyeluruh, dan bersatu di semua lini mulai dari lokal hingga internasional. Sebuah upaya bersama untuk mewujudkan dunia yang saling merawat, damai, bersaudara, dan berkelanjutan,” paparnya.

BACA JUGA:  Telkomsel Hadirkan Akses Pengalaman 5G Pertama di Papua Untuk Buka Peluang Lebih Luas Dalam Pemanfaatan Konektivitas Digital Berteknologi Terdepan

Kegiatan yang akan dilakukan ini lanjut Romo Greg sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menegaskan bahwa Indonesia untuk G20 ditahun 2022 akan memprioritaskan penguatan kerja sama perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
“Diantaranya dengan melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 620 hektare sampai tahun 2024, terluas didunia dengan daya serap karbon mencapai empat kali lipat dibanding hutan tropis,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Aksi Tanam 1000 Mangrove Sr. Vincentia, HK menyampaikan akan pentingnya kegiatan ini bagi orang muda pada khususnya sebagai upaya menumbuhkan rasa kecintaan kepada Bumi. Menurut Suster Vincentia, dalam kerangka itu setiap individu ataupun yang tergabung dalam sebuah kelompok perlu membangun kesadaran bahwa setiap dari kita bisa berbuat untuk bumi dengan satu dan lain cara.

“Orang muda, anak anak perlu mendapatkan informasi dan sekaligus juga latihan bagaimana mereka dapat menyanyangi bumi ini sebagai tempat mereka tinggal bersama,” tegasnya. Ditegaskan Suster Vincentia, kegiatan menanam 1000 mangrove adalah salah bentuk komitmen gereja untuk menanggapai seruan Paus Fransiskus dengan menggerakkan lembaga, institusi gereja seperti sekolah, kampus, kelompok orang muda.

“Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk edukasi bagi generasi muda agar memiliki wawasan terhadap pemulihan dan perawatan lingkungan yang sudah rusak, karena merekalah pemilik masa depan bumi,” imbuhnya. Sebagai informasi, aksi penanaman mangrove ini mengusung tema : Cegah Abrasi, Lestari Bumi” akan dilaksanakan pada 3 sesi yakni tanggal 22 November 2021, 27 November 2021 dan 4 Desember 2021.

Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang juga menggandeng berbagai komunitas diantaranya; Small Steps Community, OSIS SMP Xaverius 1 Bandar Lampung, OSIS SMP Xaverius 4 Bandarlampung , OSIS SMA Xaverius Bandarlampung. Selain itu, BEM STIE Gentiaras, Orang Muda Katolik (OMK), Keluarga Mahasiswa Katoli (KMK) St Thomas Aquinas, Institut Tehnologi Sumatra ITERA dan Kelompok Masyarakat Pelestari Mangrove (KMPM).

BACA JUGA:  Sebagai Dapur Hygienis, Rutan Bandarlampung Terus Meningkatkan Pelayanan WBP Sesuai Standar Gizi Yang Maksimal
  • Bagikan