Cibinong — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong menghadiri kegiatan coffee morning yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor sebagai forum koordinasi antar aparat penegak hukum dalam mendorong terwujudnya Integrated Criminal Justice System, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Yoseph Jhon Ferry, beserta jajaran. Turut hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Kepala Kepolisian Resor Bogor yang diwakili oleh Kasat Reskrim, serta unsur aparat penegak hukum lainnya di wilayah Kabupaten Bogor.

Coffee Morning ini menjadi forum koordinasi strategis dalam mewujudkan integrated criminal justice system sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor guna menyamakan persepsi dan pemahaman terhadap penegakan hukum, khususnya dalam mendukung terwujudnya sistem peradilan pidana yang lebih adaptif, modern, dan berkeadilan di wilayah Kabupaten Bogor.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Denny Achmad, dalam sambutannya menegaskan bahwa implementasi penegakan hukum membutuhkan sinergi serta pemahaman yang komprehensif dari seluruh aparat penegak hukum agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tidak menimbulkan perbedaan tafsir di lapangan.
“Kami mengajak seluruh aparat penegak hukum khususnya di wilayah Kab. Bogor untuk duduk bersama dan berdiskusi terkait dengan penegakan hukum dan sistem peradilannya. Sehingga memiliki pemahaman yang sama agar implementasinya berjalan optimal, terintegrasi, dan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan,” ujar Denny.
Sementara itu,Kepala Lapas Cibinong dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antar aparat penegak hukum merupakan fondasi utama dalam menciptakan sistem peradilan pidana yang terpadu dan berkeadilan. Ia menyampaikan bahwa sinergi tidak hanya berhenti pada aspek koordinasi administratif, tetapi juga harus diwujudkan dalam kesamaan persepsi, kecepatan komunikasi, serta keterpaduan dalam setiap tahapan proses hukum.

“Kami memandang bahwa integrated criminal justice system hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur penegak hukum—mulai dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan, hingga pemasyarakatan mampu berjalan seiring dan saling mendukung.
Pemasyarakatan sebagai bagian akhir dari sistem peradilan pidana memiliki peran strategis dalam memastikan pembinaan warga binaan berjalan optimal, sehingga tujuan akhir penegakan hukum, yaitu keadilan dan kemanfaatan, benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Usai kegiatan coffee morning, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor mengajak para peserta, termasuk Kalapas Cibinong, untuk berkeliling meninjau sarana dan prasarana yang ada di lingkungan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya saling berbagi informasi serta meningkatkan pemahaman antar lembaga terkait dukungan fasilitas dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan kerja yang semakin harmonis dan solid antar aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Bogor, sehingga implementasi Integrated Criminal Justice System dapat berjalan secara optimal.

