ITERA Resmikan Sustainable Salmon Center

# Dilihat: 194 pengunjung

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) meresmikan Sustainable Salmon Center atau Pusat Budidaya Salmon Berkelanjutan berbasis perairan darat dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan, Kamis, 24 Maret 2022. Peresmian ditandai dengan pengoperasian turbin angin yang dilengkapi pembangkit listrik tenaga surya dan rumah baterai di sekitar kolam budidaya salmon, yang ditempatkan di kawasan Embung C ITERA.

Sustainable Salmon Center ITERA merupakan program yang memenangkan hibah Matching Fund Kedaireka Kemdikbudristek Tahun 2021. Program ini hasil kerja sama antara ITERA, dan mitra industri PT Awina serta mitra internasional Kanazawa University, Jepang.

Sustainable Salmon Center ITERA diresmikan secara langsung oleh Rektor ITERA yang diwakili Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Sukrasno, M.S. Kemudian hadir dalam peresmian tersebut Kepala LPPM ITERA yang juga penggagas Sustainable Salmon Center ITERA Acep Purqon, Ph.D., perwakilan PT Awina Internasional Dr. Ichsan, pihak mitra Venambak Achmad Jerry, dan jajaran pimpinan ITERA.

Sementara perwakilan Kanazawa University, Jepang, Prof. Yutaka Takeuchi mengikuti peresmian secara dalam jaringan. Penggagas teknologi Sustainable Salmon Center ITERA Acep Purqon, Ph.D., menyebut pendirian Sustainable Salmon Center merupakan salah satu bentuk kontribusi ITERA dalam menjawab permasalahan yang ada di Sumatera.

Permasalahan yang saat ini dihadapi, diantaranya adalah stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi pada anak. Untuk itu Salmon Center yang menjadi pusat pengembangan teknologi budidaya ikan salmon yang kaya akan protein diharapkan dapat menjawab permasalahan tersebut. Terlebih kebutuhan ikan salmon dunia yang selama ini lebih banyak dipasok dari negara Jepang, masih belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga menjadi peluang tersendiri.

Selain itu, Acep menyebut, Salmon Center menjadi simbol dan etalase pemanfaatan teknologi ramah lingkungan yang ada di ITERA yang diharapkan dapat terus dikembangkan. “Budidaya ikan salmon selama dinilai yang paling sulit, sehingga jika kita sudah berhasil mengembangkan teknologi budidaya ini, maka akan mudah untuk mengembangkan teknologi lainnya,” ujar Acep. Ia juga menyebut, Sustainable Salmon Center ITERA akan terus dikembangkan, karena dalam pelaksanaannya program ini juga dilakukan dalam beberapa tahap.

BACA JUGA:  Berhasil Menerbitkan 14 Buku Dalam Satu Tahun, Dosen Itera Terima Penghargaan Dari LERPID

Sementara Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan ITERA Prof. Sukrasno, menyampaikan didirikannya Salmon Center ITERA selaras program Kemendikbudristek yang mendorong perguruan tinggi bersama mitra industri berkolaborasi menggasilkan riset dan teknologi terapan yang dibutuhkan masyarakat.

Selain dapat dijadikan pusat teknologi budidaya ikan salmon berbasis perairan darat, Sustainable Salmon Center ITERA juga dapat dimanfaatkan oleh dosen hingga mahasiswa ITERA guna melakukan pendidikan dan penelitian sehingga akan lahir teknologi lain yang bermanfaat.

“Semoga Sustainable Salmon Center ITERA tidak hanya dapat memberikan manfaat bagi mitra industri, tetapi juga dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen ITERA dalam pengembangan riset dan teknologi ke depan,” ujar Prof. Sukrasno.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan PT Awina Internasional Dr. Ichsan, berharap ITERA dapat memanfaatkan dan mengembangkan, serta menjaga teknologi Salmon Center yang telah dibangun. Selain mendukung penelitian para dosen dan mahasiswa, Ichsan berharap keberadaan Salmon Center di ITERA dapat turut serta merealisasikan program ekonomi sirkular dengan pemanfaatan energi terbarukan.

“Dalam projek ini, kami juga tidak sepenuhnya memanfaatkan teknologi dari luar yang ada di Jepang, tetapi mengkombinasikannya dengan teknologi lokal Indonesia,” ujar Ichsan.

Sementara pihak mitra Venambak Achmad Jerry dan juga Prof. Yutaka Takeuchi dari Kanazawa University menyampaikan apresiasi atas beroperasinya Sustainable Salmon Center ITERA dan berharap dapat memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan, dan masyarakat luas.