DPRD Lampung Akan Lakukan Peninjauan Terkait Harga Singkong

660 views

Betiklampung.com (SMSI), Bandarlampung —

Sejumlah petani singkong di Desa Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, mulai keluhkan harga jual singkong yang terus menurun sepekan terakhir, Kamis (26/05/22).

Rubis salah satu warga Desa Banjar Ratu menyebutkan sepekan terakhir harga singkong mulai turun dan membuat petani khawatir sebagaimana sebelumnya harga singkong sangat anjlok dan membuat petani rugi.

Rubis juga berharap pemerintah dapat berperan aktif melakukan monitoring kepada pengusaha tapioka guna memastikan kestabilan harga terus terjaga bahkan ditingkatkan demi kesejahteraaan petani.

BACA JUGA:  Bangun Karakter Petugas Pemasyarakatan, Kemenkumham Jabar Laksanakan Pembinaan Fisik, Mental dan Disiplin Bersama Polda Jabar

“Kami sangat berharap peran aktif pemerintah, karena ini sangat berdampak terhadap kesejahteraan kami,“ ungkapnya.

Saat ditemui dalam kegiatan Reses, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay mengungkapkan, akan melakukan peninjauan harga jual dan meminta pengusaha tapioka tidak terkesan menggunakan ego sektoral dalam menurunkan harga tanpa jawaban yang konkrit.

“Boleh dan sah saja jika ada jawaban yang konkrit dan bisa diterima oleh petani untuk menurunkan harga, tapi harus jelas dan baiknya menggunakan proses komunikasi yang tepat, jangan terkesan suka suka, karena lembaga legislatif ini punya fungsi pengawasan,“ ujar Mingrum.

BACA JUGA:  Kakanwil Jalu Yuswa Panjang Melaksanakan Buka Puasa dan Sholat Tarawih Bersama Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung

Mingrum juga mengingatkan kepada sejumlah pihak untuk tidak mencoba melakukan intervensi harga sehingga membuat harga jual petani anjlok yang berdampak kepada kesejahteraan petani.

“Kita kawal secara bersama, saya ingatkan apapun yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mencoba memainkan harga petani, saya minta pemerintah setempat dan pihak terkait untuk lakukan dan periksa kebenaran tersebut, karena kepentingan dan kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab kita bersama,“ tutup Mingrum. (*)