Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Belajar Memasak Aneka Olahan Makanan

# Dilihat: 243 pengunjung

Betiklampung.com (SMSI), Bandarlampung —

Lapas Sustik, Bagaimana jadinya jika narapidana pria melakukan aksi memasak di dapur? Hal ini dilakukan oleh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung yang saat ini sedang mengikuti program pelatihan kemandirian tata boga. Kamis (04/08)

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung Porman Siregar mengutarakan kegiatan pelatihan kemandirian bertujuan untuk memberikan bekal warga binaan ketika kembali ke masyarakat.

BACA JUGA:  Dorong Penguatan Adopsi Gaya Hidup Digital Pelanggan, Telkomsel Terus Tingkatkan Layanan 4G/LTE di Wilayah Lampung

“Banyak keahlian yang bisa dikembangkan, salah satunya keahlian Tata Boga. Kemampuan memasak ini bisa menjadi bekal mereka ketika bebas,”tutur Kalapas

Selanjutnya, materi yang diberikan kepada warga binaan juga menyesuaikan dengan perkembangan usaha kuliner yang ada di luar.

“Materi atau menu yang diajarkan kepada warga binaan juga kami sesuaikan agar nantinya dapat menjadi peluang bagi mereka membuka usaha diluar,”jelasnya

BACA JUGA:  Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana Hadiri Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-78

Program pelatihan kemandirian ini mendatangkan instruktur-instruktur dari Balai Latihan Kerja Kota Metro. Ditempat yang sama, Kasi Pemasaran dan Kerjasama BLK Kota Metro Sari Maryanti mengungkapkan program pelatihan ini sangat berguna untuk mengasah keterampilan warga binaan.

“Program ini sangat bagus dan bisa dilanjutkan terus kerjasama ini untuk tahun-tahun berikutnya karena ini membina masyarakat untuk lebih maju lagi. Ketika keluar nanti juga mereka bisa berkarya dan membuka usaha mandiri,”ungkapnya usai meninjau program pelatihan kemandirian di Ruang Bimbingan Kerja Lapas Narkotika Bandar Lampung

BACA JUGA:  Kapolri Resmikan Gedung Baru Ponpes Assalam Sekaligus Tinjau Vaksinasi se-Jawa Barat

Untuk materi yang diberikan mulai dari pembuatan menu olahan nasi goreng hidangan sayuran dan lauk pauk hingga pembuatan makanan tradisional getuk.

“Seperti hari ini kita praktik pembuatan kue getuk, dengan bahan-bahan yang sederhana kita berharap bisa memberikan nilai jual di masyarakat,”tutup Sari.(*)