Whatsapp merupakan platform chat dan sosial media yang paling populer di dunia. Hampir semua memiliki smartphone menggunakan Whatsapp setiap harinya. Data statistik menunjukkan bahwa pengguna Whatsapp di seluruh dunia mencapai 2,2 miliar pengguna. Karena itu sangat mengkhawatirkan saat dikabarkan data ratusan pengguna Whatsapp diduga bocor dan dijual beberapa waktu yang lalu.
Ancaman cyber crime kini memang semakin mengkhawatirkan. Pengguna internet harus selalu waspada. Modus yang digunakan seringkali dengan mengirimkan link melalui Whatsapp yang meminta pengguna untuk membuka link tersebut. Membuka link yang tidak jelas dapat beresiko data pribadi kita bocor. Sebaiknya hati-hati dalam membuka link dan mengakses situs, pastikan untuk selalu mengakses situs yang aman seperti M88 link alternatif.
Berita mengenai kebocoran data pengguna Whatsapp sendiri dilaporkan oleh CyberNews beberapa waktu yang lalu. Dilaporkan bahwa sebuah postingan di forum menawarkan 487 juta data Whatsapp untuk dijual.
Data Whatsapp dari 84 Negara Bocor
Sebuah postingan di forum online tersebut diunggah oleh seorang pengguna dengan username “Agency123456”. Postingan ini mengklaim bahwa ada 487 juta nomor telepon pengguna Whatsapp aktif yang siap dijual.
Data nomor telepon ini berasal dari 84 negara, termasuk Indonesia. Dalam postingan tersebut disebutkan ada sebanyak 130.331 data pengguna Whatsapp dari Indonesia yang siap dijual.
Dalam postingan di forum tersebut juga menyebutkan jumlah data Whatsapp yang siap dijual dari negara-negara lain dengan jumlah yang lebih banyak. Misalnya database pengguna Whatsapp di Amerika Serikat sebanyak 32 juta, dari Italia sebanyak 35 juta, dari Mesir sebanyak 45 juta, dari Arab Saudi sebanyak 29 juta, dan dari Prancis dan Turki masing-masing 20 juta data pengguna.
Selain itu juga ada 10 juta data pengguna Whatsapp dari Rusia dan 11 juta data pengguna dari Inggris. Ada juga data dari negara tetangga seperti Singapura sebanyak 3 juta dan Filipina sebanyak 880.000 data.
Harga Database Pengguna Whatsapp yang Dijual di Forum Online
Ratusan juta data pengguna Whatsapp yang diklaim untuk dijual ini dipatok dengan harga berbeda-beda tergantung dari asal negaranya. Misalnya database pengguna Whatsapp dari Amerika Serikat dijual dengan harga 7.000 dolar AS atau sekitar Rp. 109 juta. Lalu ada database dari Inggris yang dipatok di harga 2.500 dolar AS atau sekitar Rp. 39 juta. Sementara data pengguna Whatsapp dari Jerman dijual seharga 2.000 dolar AS atau sekitar Rp. 31 juta.
Namun postingan tersebut tidak menyebutkan berapa harga database pengguna Whatsapp yang berasal dari Indonesia.
Data Tersebut Dipastikan Valid
Media CyberNews telah membuktikan bahwa database Whatsapp yang dijual tersebut valid. Untuk membuktikan hal ini, CyberNews meminta sampel sebanyak 817 data pengguna dari Amerika Serikat dan 1.097 data dari Inggris. Data dari sampel tersebut terbukti bahwa nomor pengguna Whatsapp tersebut valid dan aktif.
Meta Membantah Dugaan Kebocoran Data pada Whatsapp
Induk Whatsapp, Meta, membantah adanya kebocoran data dari internal Whatsapp. Meta menyebutkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa data tersebut bocor dari sisi Whatsapp. Namun Meta mengklaim bahwa pihaknya sangat serius untuk menangani masalah kebocoran data.
Data pribadi yang bocor ini kerap dimanfaatkan sebagai sarana untuk melakukan kejahatan siber. Nomor telepon yang aktif banyak dimanfaatkan untuk sarana phising untuk mendapatkan informasi pribadi pengguna yang berkaitan dengan finansial. Karena itu, pengguna Whatsapp sebaiknya berhati-hati jika ada panggilan telepon atau chat dari nomor yang tidak dikenal. (*)

