Rutan Kotabumi Telah Selesai Melaksanakan Skrining TBC Dengan Intervensi Rontgen Dada Bagi WBP

# Dilihat: 107 pengunjung

Betiklampung.com (SMSI), Kotabumi —

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotabumi telah selesai melaksanakan Kegiatan Skrining ACF TBC TAHUN 2023 Bagi WBP Rutan Kelas IIB Kotabumi yang dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 20 dan 21 November 2023, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Lampung Utara, Puskesmas Wonogiri dan PT. Tirta Medical Center (TMC).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M.Rizcho Sakanandy, S.H., mewakili Kepala Rutan Kelas IIB Kotabumi, Nur Febrianto, A.Md.IP.,S.H., M.H. Kemudian kegiatan Skrining CXR (Rontgen dada) dilakukan oleh tim vendor X-Ray Tirta Medical Center (TMC) dilakukan 2 (dua) orang perawat, Didik Caroko, S.Kep., dan Ari Eko Putra, A.Md.Kep.

BACA JUGA:  Membentuk Tamping Menjadi Role Model

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirwatkeshab Ditjenpas Kemenkumham RI No. PAS.06-PK.06.07-710 tentang Skrining TBC dengan Intervensi Chest XRay ( Rontgen Dada) yang bertujuan untuk mengoptimalkan angka penemuan kasus TBC secara aktif dan masif pada kelompok komunal yg berisiko tinggi / rentan terhadap penularan / penyebaran di dalam komunitas khususnya Lapas / Rutan/ LPKA. Kegiatan dilakukan pada 303 (tiga ratus tiga) orang WBP Rutan Kelas IIB Kotabumi. Skrining gejala telah dilakukan sebelumnya oleh petugas kesehatan Rutan Kelas IIB Kotabumi pada tanggal 11 dan 13 November 2023.

BACA JUGA:  Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kalianda Laksanakan Bakti Sosial Pengentasan Stunting Dalam Rangka Peringati Hari Kemenkumham Ke-78

Selama 2 hari 303 orang WBP yang telah dilakukan pemeriksaan X-Ray dan terdapat 10 orang yang di ambil sampel dahak untuk dilakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Laboratorium RSUD Mayjend Riyacudu Lampung Utara yang telah di tunjuk oleh Dinas Kesehatan Lampung Utara.

Kepala Rutan Kelas IIB Kotabumi, Nur Febrianto, A.Md.IP., S.H., M.M., mengatakan “Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi Kemenkumham dan Kemenkes dalam hal ini Ditjenpas yang telah melaksanakan kegiatan ini karena Rutan merupakan salah satu tempat yang mempunyai risiko tinggi penularan penyakit TBC”.