Jasa Raharja dan Korlantas Polri Gelar Survei ke Sejumlah Ruas Tol di Wilayah Jawa

304 views

Betiklampung.com (SMSI), Jawa Tengah —

Jasa Raharja dan Korlantas Polri menggelar survei ke sejumlah jalur tol, yakni Tol Semarang Salatiga dan Tol Yogyakarta-Solo. Kegiatan sebagai salah satu bagian dari rangkaian persiapan PAM Operasi Ketupat tersebut dilaksanakan pada, Kamis (25/01/2024).

Survei dihadiri oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan, Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Bngjen Pol. Ery Nursatari, dan sejumlah pejabat Korlantas Polri lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Korlantas dan Jasa Raharja mendengarkan paparan dari para Dirlantas Polda setempat terkait gambaran kesiapan pengamanan pada saat momen Idulfitri mendatang.

BACA JUGA:  Rutan Kotabumi Terima Kunjungan Kanwil Ditjenpas Lampung Dalam Rangka Monitoring serta Pengawasan dan Pengendalian

Kakorlantas Potri menyampaikan bahwa salah satu indikator kesuksesan pelaksanaan pengamanan atau operasi kamseltibcarlantas adalah menekan angka kecelakaan lalu iintas. “Oleh sebab itu persiapan harus dilakukan dengan matang,” ujar Aan.

Salah satu yang penting untuk dilakukan adalah memetakan daerah-daerah rawan laka lantas, antara lain melalui survei, baik di jalur jalur mudik maupun jalur lainnya. “Sehingga cara bertindak yang akan kita lakukan mengarah pada hasil pemetaan tadi,” tambahnya.

Kakorlantas mengimbau agar kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin baik selama ini untuk lebih diperkuat kembali pada saat kegiatan operasi ketupat tahun ini. “Sehingga keputusan apapun dan keberhasilan apapun itu adalah hasil kerja bersama,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Satops Patnal Rutan Sukadana Tegakkan Disiplin Lakukan Periksaan Kerapihan dan Atribut Pegawai

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa dari data santunan secara nasional, tingkat fatalitas korban kecelakaan mengalami penurunan sebesar 4,5 persen. Sementara dari sisi kasus, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang memiliki angka kecelakaannya turun sebesar 0,25 persen. “Meskipun penurunannya relatif kecil, tetapi ini adalah langkah yang bagus untuk ke depan terus diperbaiki,” ujarnya.

Lebih lanjut Rivan menyampaikan bahwa dari data tahun lalu, kasus kasus kecelakaan justru lebih banyak muncul di tempat tempat wisata. Oleh sebab itu, perbaikan infrastruktur dan sosialisasi keselamatan harus terus diperkuat.

BACA JUGA:  Pemerintah Indonesia Melalui Kemenkum Serahkan Alexander Vladimirovich Zverev Dalam Ekstradisi Pertama Dengan Rusia

“Tentunya hal itu juga yang selalu kami sampaikan dalam Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL), bahwa daerah daerah black spot supaya betul-betul bisa dijaga, dan kami akan Support termasuk menyiapkan tools yang dibutuhkan,” ungkapnya.