50 Peserta Ikuti Pelatihan Potensi SAR Lampung Tingkatkan Teknik Pertolongan di Permukaan Air Water Rescue

390 views

Betiklampung.com (SMSI), Bandarlampung —

Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana didampingi Deputi Bidang Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Muda TNI Fachrizet S.Sos, dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah secara resmi membuka Pelatihan Potensi SAR Lampung Teknik Pertolongan di Permukaan Air Water Rescue di Gedung Pramuka Bandar Lampung, Selasa (30/04).

Pelatihan yang dilaksanakan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung ini dimulai pada Selasa 30 April 2024 dan akan berlangsung hingga Minggu (05/05) mendatang. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari beberapa instansi antara lain BPBD, Tagana, Pramuka, Potensi Sar yang tergabung dalam Forum Rescue Relawan Lampung, Organisasi mahasiswa pencita alam, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dan Orgenisasi berpotensi di Provinsi Lampung.

BACA JUGA:  Gelorakan Keselamatan Lalu Lintas, Jasa Raharja Gelar FGD

“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada potensi SAR dalam melaksanakan pertolongan di Permukaan Air Water Rescue untuk meningkatkan profesionalisme dan sinergitas antar Potensi SAR dalam pelaksanaan Operasi SAR secara cepat, tepat, aman dan terkoordinasi,” ujar Deputi Bidang Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi, Marsda TNI Fachrizet S.Sos.

BACA JUGA:  Momen Berbagi, Lapas Muara Enim Berikan Bantuan Sosial ke Panti Asuhan dan Pesantren Muara Enim

Ia berharap, bahwa pelatihan ini akan memungkinkan potensi SAR untuk memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat di sekitar mereka dan mempercepat waktu respons dalam melaksanakan operasi SAR. “Kolaborasi antara Besarnas dengan Potensi SAR, serta partisipasi dan kerjasama dari berbagai elemen, akan membantu mengurangi risiko musibah, bencana serta mempercepat penyelamatan jiwa manusia secara efektif,” ucapnya. 

“Sebanyak 50 peserta berpartisipasi dalam pelatihan ini, yang merupakan potensi SAR yang berasal dari organisasi, relawan dan instansi. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek seperti substansi Basarnas, Pertolongan Pertama, Navigasi, Teknik Pencarian, survival, pengetahuan Perlengkapan Pakaian dan Makanan, evakuasi, tandu darurat dan pembinaan fisik,” tuturnya.