Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Momentum Peningkatan Instropeksi Diri Warga Binaan Lapas Tanjungpandan

346 views

Betiklampung.com, Belitung —

Lapas Kelas IIB Tanjungpandan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini diadakan di Masjid At-taubah Lapas Tanjungpandan dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti doa, zikir, dan tausiah yang dipimpin oleh Ustad. Fikri, S.Ag dari Kantor Kemenag Kabupaten Belitung.

Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Lapas Tanjungpandan dihadiri oleh Kalapas beserta jajaran dan ratusan warga binaan Jumat (20/09).

Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan Gowim Mahali dalam sambutannya menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kerohanian bagi para warga binaan dan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran beragama dan semangat kebangsaan melalui refleksi terhadap akhlak dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Dirinya juga menyampaikan pesan kepada seluruh warga binaan untuk berperan aktif menjaga kondusifitas kamtib Lapas, melaksanakan program pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA:  Gerebek Base Camp, Polresta Bandar Lampung Amankan 17 Remaja dan Sita Senjata Tajam

“Terimakasih atas pelaksanaan kegiatannya, saya menghimbau pentingnya mengikuti program pembinaan terutama pembinaan spiritual sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mari kita jaga bersama kondusifitas Lapas Tanjungpandan,” ungkap Kalapas.

Sementara itu Dalam tausiyahnya, Ustadz Fikri menyampaikan Kemuliaan Nabi Muhammad SAW terletak pada berbagai aspek kehidupan beliau yang menjadi teladan bagi umat manusia. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat penyabar, jujur, dan penyayang, baik kepada keluarga, sahabat, maupun musuh-musuhnya.

BACA JUGA:  LPKA Kelas II Bandarlampung Laksanakan Apel Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-115 Tahun 2023

Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjalani kehidupan dengan tujuan mencari ridho Allah, menjadikan setiap momen sebagai langkah menuju kebaikan dan momentum untuk instropeksi diri. “Jangan jadikan masa di lapas ini sebagai ujian semata, tetapi lihatlah sebagai kesempatan dari Allah untuk memperbaiki diri,” ujarnya.