Dukung Program Ketahanan Pangan, Kepala Kanwil Ditjenpas Jateng Panen Raya di Rutan Boyolali

321 views

Betiklampung.com, Jawatengah —

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah gelar panen raya di area Saung Pertanian dan Perikanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali, Senin (17/02).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang sejalan dengan Astacita Presiden RI dan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

Panen raya ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Kunrat Kasmiri, beserta jajaran Forkopimda Boyolali, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Kepala Kejaksaan Negeri Boyolali, Kepala Staf Kodim Boyolali, Kepala Bagian SDM Polres Boyolali, Perwakilan dari PN Boyolali, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Eks Karesidenan Surakarta.

BACA JUGA:  Rutan Sukadana Bersama Kemenag Lampung Timur Gelar Pembinaan Keagamaan Untuk Tingkatkan Iman dan Taqwa Warga Binaan

Dalam panen raya ini, berbagai hasil pertanian dan perikanan dipanen, di antaranya kacang tanah, sawi, kangkung, dan ikan lele.

Kakanwil, Kunrat Kasmiri, menyampaikan bahwa panen raya ini merupakan bukti keberhasilan implementasi program pembinaan berbasis ketahanan pangan.

“Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga memberdayakan pegawai rutan, keluarga warga binaan, dan masyarakat sekitar. Kedepan, kami berharap program ini dapat terus dikembangkan agar semakin berdampak luas,” kata Kunrat Kasmiri.

BACA JUGA:  Aktif dan Produktif, Warga Binaan Rutan Kelas I Bandar Lampung Semarakkan Senam Pagi

Sekda Kabupaten Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, turut mengapresiasi keberhasilan Rutan Boyolali dalam menjalankan program ketahanan pangan ini. Ia berharap, hasil panen dari rutan dapat memiliki nilai tambah dan bahkan berpotensi untuk diekspor di masa mendatang.

Panen raya ini menegaskan wujud komitmen bersama dalam menjalankan program pembinaan berbasis kemandirian, dengan harapan warga binaan dapat memiliki keterampilan yang berguna setelah menyelesaikan masa pidana mereka. Selain itu, program ini juga menunjukkan sinergi antara pemasyarakatan dengan berbagai pihak dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.