Ketahanan Pangan, Kalapas Kelas I Bandar Lampung Panen Selada Hidroponik Karya Warga Binaan

269 views

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, bersama pejabat struktural melakukan panen selada hidroponik hasil karya peserta program kerja hidroponik, Kamis, (15/5).

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Lapas untuk meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus menyediakan sumber pangan sehat berbasis pertanian modern.

Program hidroponik di Lapas Kelas I Bandar Lampung telah berjalan beberapa bulan dengan melibatkan warga binaan yang dilatih budidaya tanaman tanpa tanah menggunakan sistem hidroponik. Hasilnya, selada segar berkualitas tinggi berhasil dipanen, menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Optimasilasi Forum Komunikasi Lalu Lintas Tulang Bawang Dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas di Kecamatan Menggala

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa memanen selada hidroponik yang merupakan hasil kerja keras warga binaan. Ini membuktikan bahwa dengan pelatihan dan dukungan yang tepat, mereka bisa menghasilkan produk bernilai dan berkontribusi pada ketahanan pangan,” ujar Ike Rahmawati.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat. Ke depan, Lapas Kelas I Bandar Lampung berencana memperluas program hidroponik dengan menambah varietas tanaman dan meningkatkan kapasitas produksi.

BACA JUGA:  Rutan Kelas IIB Krui Gelar Buka Bersama Bagi Pegawai dan Warga Binaan

“Kami berharap program seperti ini bisa terus dikembangkan, tidak hanya untuk konsumsi internal tetapi juga sebagai bagian dari upaya sustainability dan pemberdayaan,” tambah Ike.

Dengan semangat kolaborasi bersama Resto terdekat hingga Transmart Lampung, program hidroponik ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan Lapas dan masyarakat luas, sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan.