Cibinong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menggelar kegiatan Edukasi Kesehatan Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis (TB) dan NAPZA bagi warga binaan dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor di Aula Saharjo Lapas Cibinong, Rabu (20/5/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag TU Lapas Cibinong, Deni Tarmedi, yang mewakili Kepala Lapas Cibinong, hadir pula Ketua IDI Cabang Kabupaten Bogor, DR. dr. Kornadi, SpJP, FIHA, FAsCC, MKM beserta jajaran pengurus IDI Kabupaten Bogor, Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), Ibu Fatmawati Hidayat beserta jajaran IIDI, jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas Cibinong, serta warga binaan peserta kegiatan edukasi kesehatan.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara Lapas Cibinong dengan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat, memperkuat upaya pencegahan penyakit menular, serta memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif di lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan, sekaligus membangun pola hidup sehat sebagai bagian dari proses pembinaan di dalam lapas.
Dalam sambutannya, Ketua IDI Kabupaten Bogor, DR. dr. Kornadi, SpJP, FIHA, FAsCC, MKM menyampaikan bahwa Hari Bakti Dokter Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat pengabdian tenaga medis kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk warga binaan. Pencegahan TB dan penyalahgunaan NAPZA membutuhkan kolaborasi bersama agar tercipta lingkungan yang sehat dan produktif,” ujar dr. Kornadi.
Sementara itu, Kasubbag TU, Deni Tarmedi, yang mewakili Kepala Lapas Cibinong, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan IDI Kabupaten Bogor dalam mendukung program pembinaan kesehatan di lingkungan Lapas Cibinong.
“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya terkait penanggulangan penyakit Tuberkulosis serta bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya. Kesehatan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan,” ungkap Deni.
Ia menambahkan bahwa melalui edukasi kesehatan tersebut, warga binaan diharapkan mampu memahami pentingnya pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba demi masa depan yang lebih baik.
Kegiatan edukasi kesehatan ini menghadirkan Dr. Dian Wisnu Wardhani, Sp.P., yang memberikan penyuluhan tentang gejala, penularan, dan pencegahan Tuberkulosis (TB) serta Dr. Aprillia dari BNNK Bogor yang mengedukasi warga binaan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan NAPZA, termasuk dampaknya terhadap kesehatan serta risiko penularan HIV/AIDS.
Selain sesi penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan kuis edukatif yang membuat suasana semakin hidup dan komunikatif. Warga binaan tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber mengenai pencegahan TB maupun bahaya penyalahgunaan NAPZA.
Salah satu warga binaan berinisial P mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan diri.
“Kami jadi lebih memahami cara mencegah TB dan mengetahui dampak buruk narkoba bagi kehidupan. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan motivasi untuk hidup lebih sehat,” ujar P.
Melalui kegiatan Edukasi Kesehatan Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis dan NAPZA ini, Lapas Cibinong berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

